RELUNG.ID — Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dengan tegas menolak usulan mantan narapidana kasus korupsi sebagai calon kepala daerah yang diusung oleh partai berlambang kepala burung garuda tersebut.
Keputusan ini menjadi bukti nyata komitmen Partai Gerindra dalam pemberantasan korupsi, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Presiden terpilih periode 2024-2029 itu dengan mencoret beberapa nama calon legislatif Gerindra yang merupakan mantan narapidana kasus korupsi.
Pengamat Politik Sumsel, Bagindo Togar, menilai bahwa Partai Gerindra menunjukkan keseriusannya dalam memerangi korupsi dibandingkan dengan partai lain.
“Dibandingkan dengan Golkar dan PDI Perjuangan serta partai besar lainnya, Partai Gerindra ini sangat tegas dalam penolakan. Hal ini juga telah diungkapkan berkali-kali oleh Ketua Umum Prabowo Subianto,” ujar Bagindo pada Minggu (11/5/2024).
Bagindo juga menekankan bahwa penegasan dari Ketua Umum Prabowo menjadi panduan yang harus diikuti oleh DPD Gerindra di seluruh tingkatan, mulai dari Provinsi, Kabupaten, hingga Kota, untuk tidak memberikan kesempatan bagi mantan narapidana korupsi.
“Dengan sikap yang tegas ini, Gerindra menunjukkan bahwa mereka tidak akan memberikan ruang atau toleransi kepada mantan narapidana korupsi. Hal ini juga membuat Gerindra semakin kuat dan dipercaya oleh masyarakat dari berbagai lapisan,” tambahnya.
Keputusan ini mencerminkan komitmen Gerindra dalam menjaga integritas dan moralitas dalam kepemimpinan di tingkat daerah, serta menegaskan bahwa partai tersebut berdiri teguh dalam memerangi korupsi demi kebaikan dan kesejahteraan masyarakat.[RG]

