RELUNG.ID – Panggung politik Sumatera Selatan (Sumsel) kehilangan salah satu tokoh paling berpengaruhnya. Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumsel dua periode, mengembuskan napas terakhir di RS Siloam Semanggi, Jakarta, pada Rabu (25/2) pukul 13.30 WIB. Tokoh yang dikenal sebagai “Bapak Pembangunan” di masanya ini wafat dalam usia 76 tahun.
Kepergian Alex Noerdin membawa duka mendalam bagi Partai Golkar, wadah politik yang ia besarkan selama tiga periode kepemimpinan di Sumsel. Sekjen Partai Golkar, Sarmuji, mengenang almarhum sebagai pemimpin yang memiliki visi besar dalam memodernisasi Bumi Sriwijaya.
“Beliau termasuk Gubernur yang banyak membawa kemajuan bagi Sumsel,” ujar Sarmuji saat memberikan penghormatan terakhir secara daring, Rabu (25/2).
Kuasa hukum keluarga, Titis Rachmawati, mengonfirmasi bahwa saat ini jenazah sedang dalam proses administrasi untuk diterbangkan ke Palembang. Sesuai rencana keluarga, almarhum akan disemayamkan di rumah duka yang ikonik di Jalan Merdeka, Palembang.
Meski dikenal dengan deretan prestasi seperti LRT dan Jakabaring, akhir hayat Alex Noerdin dilewati dengan penuh dinamika hukum. Almarhum mengembuskan napas terakhir saat masih berstatus sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi proyek Pasar Cinde Palembang.
Sebelumnya, Alex juga tengah menjalani masa hukuman 9 tahun penjara terkait dua kasus besar yakni kasus Masjid Raya Sriwijaya dan kasus Pembelian Gas Bumi oleh PDPDE Sumsel.
Jenazah dijadwalkan tiba di Palembang pada Kamis (26/2) pagi. Rumah duka di Jalan Merdeka diprediksi akan dipadati oleh pelayat, mulai dari tokoh publik hingga warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang pernah identik dengan jargon “Sekolah dan Berobat Gratis” ini.[THQ]

