Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Google dan Qualcomm Kolaborasi Kembangkan Chipset Wear OS Berbasis RISC-V
Indeks

Google dan Qualcomm Kolaborasi Kembangkan Chipset Wear OS Berbasis RISC-V

alwiBy alwi18/10/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Google dan Qualcomm kini mengumumkan kolaborasi mereka dalam langkah inovatif.

Kolaborasi tersebut dalam hal pengembangan chipset Wear OS berbasis arsitektur RISC-V.

RISC-V, yang merupakan set instruksi sumber terbuka untuk CPU, semakin mendapatkan daya tarik di kalangan perancang chipset.

Baca Juga: Yamaha Akan Pamerkan Tricera Kendaraan Roda Tiga

Keputusan untuk beralih ke RISC-V menjadi signifikan karena memberikan alternatif yang menarik dan ekonomis bagi desain CPU tradisional.

Android, sebagai sistem operasi yang mendukung berbagai arsitektur termasuk ARM, x86, dan MIPS, sekarang juga membuka pintu bagi RISC-V.

RISC-V menawarkan keunggulan finansial karena tidak memerlukan pembayaran royalti, yang menjadi tantangan dengan desain CPU ARM yang membebankan biaya lisensi kepada perusahaan-perusahaan seperti Qualcomm, Samsung, dan MediaTek.

Baca Juga: Hujan Mengguyur Palembang, Kualitas Udara Masih Tidak Sehat, Tapi Angka ISPU Menurun

Partnership antara Google dan Qualcomm mengawali proyek pengembangan chipset Snapdragon Wear berbasis RISC-V.

Chipset ini akan memenuhi kebutuhan solusi Wear OS generasi mendatang.

Meskipun Android belum memiliki dukungan resmi untuk RISC-V, proyek ini diharapkan menjadi batu loncatan penting untuk menciptakan chipset yang lebih kuat, yang pada akhirnya akan digunakan di ponsel dan tablet di masa depan.

Baca Juga: Manfaatkan Momen, Vegapunk Harus Kabur

Arsitektur RISC-V yang sumber terbuka membuka peluang baru bagi industri.

Qualcomm, dengan keahliannya dalam mengembangkan chip yang efisien dan kinerja tinggi, akan merancang chipset sendiri berdasarkan RISC-V, memberikan Google dan ekosistem Android kesempatan untuk platform alternatif.

Hal ini juga dapat digunakan sebagai leverage saat berunding harga dengan ARM, memberikan fleksibilitas dan kemungkinan pengembangan yang lebih besar.

Baca Juga: Ditunjuk Jadi Bacawapres Ganjar Pranowo, Koleksi Kendaraan Mahfud MD Senilai Rp1,5 Miliar

Perusahaan cenderung merilis generasi baru produk Wear OS setiap beberapa tahun sekali.

Saat ini, terdapat antisipasi akan munculnya W6 pada tahun mendatang, mengikuti jejak kesuksesan generasi sebelumnya seperti Wear 2100, Wear 3100, Wear 4100, dan yang terbaru, W5 pada tahun 2022.

Namun, peluncuran resmi dari solusi berbasis perangkat wearable RISC-V akan diumumkan lebih lanjut, meningkatkan antisipasi akan inovasi yang akan datang di masa mendatang.

Baca Juga: Canalys: Samsung Masih Kuasai Pangsa Pasar Global, Xiaomi Tetap stabil

Perkembangan ini juga memperkuat popularitas RISC-V di industri, dengan banyak perusahaan bergabung untuk mempercepat pengembangan perangkat keras RISC-V.

Nama-nama besar seperti Bosch, Infineon, Nordic Semiconductor, NXP, dan Qualcomm telah membantu memacu pertumbuhan dan adopsi arsitektur inovatif ini.

Keputusan penggunaan RISC-V dalam produk wearable menandai tonggak penting dalam penyebaran dan penerimaan teknologi revolusioner ini.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePerusahaan Pengguna Jasa Tagih Janji, RMK Energy (RMKE) Terancam Wanprestasi
Next Article Cuaca Lagi Panasnya Bendahara Kelas Belikan Kipas Portabel Sekelas
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,890 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,763 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,736 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?