RELUNG.ID — Proses sertifikasi lahan pembangunan kawasan Pelabuhan Tanjung Carat hingga kini belum tuntas, meskipun telah dikerjakan selama beberapa tahun. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan agar sertifikasi lahan selesai tahun ini sehingga proses ground breaking bisa dilakukan tahun depan.
Menurut Kepala Sub Bidang Infrastruktur Bappeda Sumsel, Yanuar, rencana induk, lokasi, dan review desain teknis sudah diselesaikan. Saat ini, proyek tengah dalam tahap transaksi yang dapat melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau investasi. Namun, pembangunan baru bisa dimulai setelah lahan tersertifikasi sesuai permintaan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Ada dua titik lahan yang masih belum selesai. Pertama, usulan pelepasan kawasan hutan lindung seluas 60 hektare di pelabuhan utama yang masih menunggu persetujuan Amdal. Kedua, area darat di Mozaik 6 yang menghadapi sanggahan masyarakat sejak 2014,” ujar Yanuar pada Jumat (28/6/2024).
Kemenhub sebagai pelaksana pembangunan Palembang New Port meminta Pemprov Sumsel untuk menyelesaikan masalah lahan tersebut. Sertifikasi lahan menghadapi hambatan karena sanggahan dari masyarakat terkait kompensasi yang harus diselesaikan sesuai regulasi.
“Kami sedang melakukan pendalaman terkait aspek hukum, legalitas, dan kondisi di lapangan. Target kami adalah menyelesaikan sertifikasi lahan tahun ini sehingga proses ground breaking bisa dimulai akhir tahun atau semester kedua 2025,” tambah Yanuar.
Dengan target yang telah disusun oleh Kemenhub, diharapkan paling lambat ground breaking Pelabuhan Tanjung Carat bisa dilakukan pada tahun 2025.[AYK]

