RELUNG.ID – Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) dinilai berdampak baik bagi Sumsel.
Hal ini dikarenakan GSMP mampu berkontribusi dalam mengendalikan inflasi khususnya di Sumsel.
Demikian diakui oleh Kepala BPS Sumsel, Mohammad Wahyu Yulianto, Senin (12/6).
Baca Juga: Aktris Musikal Park Soo Ryun Meninggal Dunia, Organ Tubuhnya Bakal Disumbangkan!
Dia mengatakan, pangan menjadi salah satu faktor terjadinya inflasi di daerah, seperti ketersediaannya. Dengan GSMP ini maka dapat menekan ketersediaan pangan khususnya di Sumsel.
“Karena itu, GSMP ini baik untuk mengendalikan inflasi khususnya di Sumsel,” katanya.
Hal ini juga dibuktikan dari data BPS. Dimana, inflasi di Sumsel pada Juni 2023 mengalami deflasi yaitu sebesar 0,04 persen secara MtM. Sedangkan, secara YoY yaitu sebesar 3,38 persen.
Baca Juga: Waspada! Ini 4 Ciri Bayi Mengalami Obesitas
“Dengan penerapan GSMP ini maka kedepan inflasi di Sumsel dapat terus terjaga,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengajak kaum perempuan, terutama ibu-ibu rumah tangga untuk gencar menerapkan program GSMP di lingkungan rumah mereka masing-masing.
Dicontohkannya, jika ada 10 pot bunga, maka lima pot diantaranya ditanami cabai, bawang, tomat dan lain sebagainya. Sehingga, jika memerlukan pangan tersebut sudah tersedia dipekarangan rumah.
Baca Juga: Konsumsi Ikan Tongkol Bisa Memperkuat Tulang
“Jadi ibu-ibu tidak perlu lagi membeli karena sudah ada tinggal memetik dan mengambilnya di pekarangan rumah,” katanya.
Menurutnya, GSMP ini tidak hanya berperan mengendalikan inflasi tetapi juga dapat berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang generasi muda.
“Kami harap GSMP ini bukan hanya mengendalikan GSMP tetapi juga menurunkan angka stunting di Sumsel,” pungkasnya.

