RELUNG.ID – Keberadaan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Sumsel dinilai memberikan kontribusi ke Sumsel.
Hal ini dibuktikan dengan penurunan angka pengangguran di Sumsel di tahun 2023.
Seperti diketahui, dari data BPS per Februari, angka pengangguran di Sumsel mengalami penurunan dari semula 8.402 orang di tahun 2022. Kini menjadi 7.989 orang tahun 2023.
Baca Juga: FAKTA BORUTO : Eida Hanya Punya Dua Kekuatan saja! Miryo dan Zenno
Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, keberadaan HIPPI di Sumsel telah berkontribusi ikut menekan angka pengangguran di Sumsel.
Dengan banyaknya usaha yang dijalankan pengusaha, membuat masyarakat yang membutuhkan pekerjaan tidak hanya fokus menjadi pegawai negara saja.
“Dengan dibukanya peluang tenaga kerja maka Sumsel masuk kategori pengangguran rendah di Indonesia,” katanya saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus HIPPI Sumsel, Sabtu (26/8)
Baca Juga: Ratusan Benda Sejarah Dikembalikan Belanda ke Indonesia, Ini Respon Disbudpar Sumsel
Meski demikian, Herman Deru memberikan tips dan saran agar pengusahan pribumi dapat lebih sukses.
Menurutnya, terkadang kesuksesan itu tersumbat karena beberapa hal. Seperti kurang berani dan gengsi yang terlalu tinggi.
“Gengsi ini membuah peluang menjadi jauh. Jadi harus dihilangkan dan harus berani,” terangnya.
Baca Juga: Sarada dan Sumire Bisa Mati Dibunuh Daemon! Ini 3 Alasannya
Dia juga meminta pengurus HIPPI untuk dapat memaksimalkan penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sumsel.
Selain itu, dia juga meminta HIPPI untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Jadikan HIPPI ini sebuah wadah bertukar informasi dan jembatan untuk berkolaborasi dan sinergi antar pelaku usaha, pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.

