RELUNG.ID – Pemprov Sumsel terus mendorong perbaikan layanan dibidang kesehatan untuk masyarakat.
Salah satunya dengan menggandeng Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralmuni) Palembang.
Diharapkan dengan ini maka Peralmuni dapat melahirkan RS khusus alergi dan imunologi.
Baca Juga: Ini Fakta Kacang Koro Bisa Jaga Kesehatan Jantung
Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, Peralmuni ini anggotanya diisi dengan para dokter ahli alergi imunologi, sehingga ini dapat menjadi pendukung dalam mewujudkan Sumsel Health Tourism.
“Sumsel punya moto yakni health tourism, kita ingin masyarakat tahu bahwa Sumel ini peduli akan kesehatan,” katanya saat menghadiri Kongres Nasional X dan Immunovestival Peralmuni Palembang Tahun 2023, Sabtu (3/6).
Gubernur Sumsel juga selalu mendorong setiap rumah sakit di Sumsel mempunyai keunggulan dalam menangani berbagai penyakit. Seperti RSUD Siti Fatimah khusus untuk penyakit jantung.
Baca Juga: KRI Teluk Hading 538 Alami Kebakaran di Selat Selayar, Seluruh Prajurit Selamat dan Telah Dievakuasi
Meski demikian, bukan berarti hanya jantung saja yang ditangani, melainkan penyakit lainnya juga tetap diobati.
“Tapi yang diunggulkan tetap penanganan sakit jantung. Fasilitas setiap rumah sakit di Sumsel ini juga kita terus update pastinya,” terangnya.
Karena itu, dia berharap agar Peralmuni ini dapat menggagas dan melahirkan rumah sakit khusus alergi dan imunologi di Sumsel. Sehingga, ini tentunya dapat membantu semua orang yang mengidap alergi.
Baca Juga: Road Poneglyph Terakhir Ada Ditangan Lili
Pemprov Sumsel sendiri tentunya akan mendukung penuh jika gagasan tersebut dapat diwujudkan di Sumsel.
“Kita triger ini tidak harus membangun bangunan baru kita manfaatkan yang ada, tentu pemerintah akan membantu ini terwujud,” ungkapnya.
Selain itu, Herman Deru juga meminta Peralmuni untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan sedini mungkin atau yang disebut dengan preventif.
Baca Juga: Keluarga Nefertari dan Kozuki Pembuat Poneglyph di One Piece
Karena menurutnya terjadi penyakit karena masyarakat kurang menerapkan preventif dalam keseharian.
“Masyarakat saat ini banyak yang kurang menerapkan preventif. Karena itu, saya ingin kesehatan ini merubah mindsetnya dengan menerapkan preventif,” pungkasnya.

