RELUNG.ID- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta seluruh bupati dan wali kota di wilayah Sumsel untuk tidak menggelar perayaan Tahun Baru secara berlebihan.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran tentang kesederhanaan menyambut pergantian Tahun Baru yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Sumsel.
“Surat edaran ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah provinsi terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya warga yang tengah menghadapi musibah bencana,” ujar Herman Deru, Rabu (24/12/2025).
Gubernur menekankan pentingnya menyikapi momentum pergantian Tahun Baru secara bijak, sederhana, dan penuh empati. Ia mengajak seluruh kepala daerah menjadikan pergantian tahun sebagai momen refleksi bersama, bukan sekadar perayaan yang bersifat euforia.
Menurut Herman Deru, nilai ketenangan, kepedulian sosial, serta empati kemanusiaan perlu lebih dikedepankan, mengingat kondisi masyarakat yang beragam, terutama bagi mereka yang sedang tertimpa musibah.
Dalam surat edaran tersebut, gubernur juga meminta pemerintah kabupaten dan kota tidak mendorong atau menyelenggarakan kegiatan perayaan Tahun Baru yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum. Pesta terbuka, konvoi kendaraan, dan aktivitas sejenis diminta untuk tidak dilaksanakan.
Ia menilai perayaan yang berlebihan tidak sejalan dengan semangat solidaritas dan kepekaan sosial, terlebih sejumlah wilayah di Sumatera Selatan masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak bencana alam.
Selain itu, Herman Deru menginstruksikan pemerintah daerah menyesuaikan langkah-langkah pengendalian ketertiban dan keamanan di wilayah masing-masing agar situasi tetap aman dan kondusif selama malam pergantian Tahun Baru.
Penguatan koordinasi dengan aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya dinilai penting guna mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat.
Gubernur menegaskan, kebijakan ini bukan dimaksudkan untuk membatasi kebahagiaan masyarakat, melainkan agar perayaan Tahun Baru lebih bermakna, sederhana, serta sarat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Ia berharap seluruh bupati dan wali kota di Sumatera Selatan dapat menjadikan surat edaran tersebut sebagai pedoman dan melaksanakannya secara bertanggung jawab, sehingga suasana pergantian Tahun Baru di Sumatera Selatan berlangsung aman, tertib, dan penuh empati.[DSK]

