RELUNG.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai menyiapkan langkah konkret untuk menekan konsumsi energi, salah satunya dengan rencana penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada sektor energi.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, menegaskan bahwa efisiensi menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi tekanan akibat konflik internasional, khususnya yang melibatkan kawasan Timur Tengah.
“Kita mengikuti anjuran pemerintah pusat agar melakukan efisiensi BBM. Dalam kondisi seperti ini, pemborosan energi yang tidak penting harus ditekan,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
Menurutnya, kebijakan WFH dirancang sederhana namun berdampak langsung, yakni dengan mengurangi penggunaan kendaraan dinas setidaknya satu hari dalam sepekan. Langkah ini diharapkan mampu menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan.
“Penerapan WFH satu hari bagi ASN bertujuan agar kendaraan dinas tidak digunakan, sehingga konsumsi BBM bisa berkurang,” jelasnya.
Selain BBM, efisiensi juga menyasar penggunaan listrik di lingkungan perkantoran. Pemerintah daerah mulai melakukan penghematan pada penggunaan energi yang dinilai tidak esensial, sebagai bagian dari strategi bertahan di tengah dinamika global.
Deru menekankan bahwa setiap penggunaan energi, terutama yang bersubsidi, memiliki konsekuensi terhadap keuangan negara. Oleh karena itu, penghematan dinilai sebagai bentuk tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Kita harus sadar, setiap tetes BBM bersubsidi itu ada kontribusi negara dan masyarakat. Jadi harus digunakan secara bijak agar negara tetap bisa bertahan,” katanya.
Meski demikian, implementasi kebijakan WFH masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Pemprov Sumsel memastikan akan segera menerapkannya begitu regulasi resmi diterbitkan.
“Secepatnya akan kita jalankan setelah juknis turun. Ini langkah yang cukup efektif untuk efisiensi,” tambahnya.[THQ]

