Satu rumah yang diduga dijadikan tempat penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di Dusun III, Desa Cinta Kasih kecamatan Belimbing, Muara Enim meledak dan terbakar, Senin (19/12). Akibatnya tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut
Ketiganya, Hendra (25), Ari (50) dan Rama (21). Jenazah mereka kini telah berada di rumah sakit untuk dilakukan visum.
Berdasarkan informasi, kejadian ini terjadi diduga saat sedang melakukan bongkar muat BBM ilegal dengan menggunakan mesin pompa air. Kemudian, diduga terjadi korsleting dan menimbulkan percikan api, sehingga menyambar BBM ilegal yang ada di lokasi tersebut.
Akibat kejadian tersebut di temukan tiga orang yang tewas dan 2 (dua) unit mobil jenis Carry ludes terbakar. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 09.30 Wib di bantu delapan unit mobil padam kebakaran.
Kapolres Muara Enim, AKBP Andi Supriadi membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan gudang yang diduga menyimpan BBM ilegal jenis minyak mentah (pertalite) tersebut milik Endang (35) dan saat ini tidak ada di lokasi. Selain itu, saat kejadian mobil pick grand max yang berisikan BBM ilegal minyak mentah jenis pertalite milik Sdr Toni sedang melakukan bongkar muat jual beli BBM ilegal di gudang milik Sdr. Endang.
“Korban yang tewas ini merupakan dua sopir dan satu pekerja. Semua tewas di dalam gudang,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, aktivitas gudang ilegal ini menurut Andi sudah berlangsung selama satu tahun. Pelaku sengaja melakukan bongkar muat di tempat tersembunyi agar tak tercium oleh petugas. “Pemiliknya sampai sekarang masih kami kejar,” pungkasnya.

