RELUNG.ID – Turnamen Gaple Kapolda Sumsel Cup 2025 tak hanya menyuguhkan suasana kompetisi yang meriah dan penuh keakraban, tapi juga menghadirkan aturan permainan yang jauh lebih tertib dan profesional.
Berbeda dengan suasana bermain gaple di kampung halaman yang cenderung fleksibel dan “seadanya”, turnamen ini mengacu langsung pada regulasi resmi dari Kejurnas PORDI tahun 2022.
Ketua Serikat Olahraga Top Table Indonesia (SORTI) Sumsel, Joni Erlangga mengatakan, penerapan aturan yang ketat ini bertujuan agar permainan berlangsung adil dan sportif. Selain itu, penggunaan regulasi resmi juga menjadi bagian dari upaya untuk mengangkat gaple sebagai olahraga rekreasi yang bernilai tinggi.
“Banyak yang kaget awalnya, karena biasanya kalau main gaple di warung kopi atau di rumah warga, aturannya fleksibel. Di sini tidak. Segalanya serba tertib, mulai dari urutan pengocokan kartu, sistem penghitungan poin, hingga mekanisme sanggahan,” ujar Joni saat ditemui di sela babak final Turnamen Gaple Kapolda Sumsel Cup 2025 di Mapolda Sumsel, Minggu (22/6/2025).
Menurut Joni, dalam turnamen ini, salah satu aturan yang cukup mengejutkan peserta pemula adalah penghitungan poin gap dan denda.
“Kalau salah turun kartu, lewat giliran, bahkan bertanya ke teman atau lawan, langsung kena penalti poin. Ini membuat peserta harus benar-benar fokus dan disiplin,” jelasnya.
Tak hanya itu, sistem gugatan juga diberlakukan secara profesional. Peserta yang merasa dirugikan dapat mengajukan sanggahan kepada panitia dengan menyetorkan uang jaminan sebesar Rp1 juta. Jika terbukti benar, uang dikembalikan. Jika tidak, jaminan hangus. Semua keputusan wasit juga bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
Direktur Polairud Polda Sumsel, Kombes Pol Sonny Mahardika SIk MIk, menjelaskan penyelenggaraan turnamen gaple ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, tapi juga sarat makna sosial.
“Gaple bukan hanya permainan rakyat, tapi juga sarana membangun kedekatan dan komunikasi yang santai namun penuh makna antara Polri dan masyarakat. Itulah mengapa kami serius dalam menyusun sistem turnamen ini, termasuk menggandeng SORTI dan PORDI Sumsel agar semua berjalan profesional dan transparan,” ungkap Sonny.
Ia menambahkan, dengan regulasi yang rapi dan sistematis, turnamen ini menjadi pembeda dari permainan gaple biasa.
“Kami ingin gaple tidak lagi dipandang sebelah mata. Ini olahraga otak, strategi, dan kekompakan tim. Bahkan bisa dijadikan ajang silaturahmi lintas profesi,” katanya.
Sementara itu, Salah seorang finalis, Fadli mengatakan, aturan ini cukup berbeda dari kebanyakan turnamen di perkampungan yang sering diikutinya. “Apalagi kami tidak bisa melihat pasangan maupun lawan. Kami tidak tahu berapa sisa kartu yang ada pada mereka. Sehingga, kami harus mengingat berapa kali lawan lewat. Tapi cukup seru juga,” ungkap anggota Komunitas Persatuan Gaplek Palembang (PGP) ini.
Dia mengharapkan, turnamen serupa ini bisa rutin digelar. Sebab, sudah banyak perkumpulan pecinta gaple yang terbentuk dan tentunya membutuhkan turnamen sebagai bentuk eksistensi.
“Kami di PGP saja sudah terbentuk di 18 kecamatan. Kedepannya, harapannya turnamen ini bisa rutin digelar,” tandasnya.
Turnamen Gaple Kapolda Sumsel Cup 2025 ini diikuti 1.924 peserta dari 17 Polres/Polrestabes se-Sumsel, mulai dari perwakilan wartawan, Forkopimda, dan masyarakat umum. Turnamen ini memperebutkan hadiah utama dua unit sepeda motor Honda Beat.
Berikut Peraturan Lomba Gaple Kapolda Sumsel Cup:
Sebelum memulai pertandingan dilakukan pengundian yang menang akan mengocok kartu di bagi duluan adalah sebelah kiri pengocok diteruskan searah jarum jam.
– Kocokan pertama dilakukan oleh tim yang menang pengundian dan dibagi ke lawan/sebelah kiri berputar searah jarum jam.
– Kocokan selanjutnya oleh pemain yang menang game pertama.
– Kartu pertama yang diturunkan adalah balak 6 (enam).
– Apabila salah satu pemain mendapat 7 (tujuh) balak, maka pemain / tim tersebut mendapatkan 1 (Gatu) poin & permainan dihentikan dan dilanjutkan kocokan berikutnya.
– Apabila salah satu pemain mendapat 5 atau 6 balak, pemainan dihentikan dan diulang. Dan pengocokan kartu adalah yang mendapat 5,6 balak tersebut. Serta yang pertama turun adalah yang memenangkan game sebelumnya.
– Apabila saat pembagian kartu ada kartu yang terbuka, maka akan dikocok ulang.
– Selesai permainan :7 Poin
Perhitungan Poin
– Habis biasa: 1Point
– Terjadi Gap (lawan kiri dan kanan)
– Apabila menang : 2 Poin
– Kalah : 3 Point untuk lawan
Draw : 1 Poin untuk lawan
– Habis balak : 3 Poin
– Habis balak 2 sisi : 4 Poin
– Balak mati (1 kartu) : 2 Poin
DENDA:
– Salah turun kartu : 1 Poin
– Bila lewat ternyata ada : 4 poin
– Bertanya kepada lawan : 1 poin
– Bertanya kepada teman : 1poin
– Kartu terjatuh : 1 poin
Peserta dilarang mengganti pasangan, apabila terjadi panitia berhak mendiskualifikasi
Pemenang harus menyetorkan kertas hasil pencatatan nilai yang telah ditanda tangani
oleh tim yang menang
Apabila ada peserta keberatan dan tidak menerima hasil keputusan dapat mengajukan sanggahan dengan menyetorkan uang jaminan sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah). Apabila diterima dikembalikan. Apabila tidak uang jaminan hangus
Hal-hal yang belum diatur dapat dikonsultasikan dengan pihak panitia. Keputusan wasit mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. (KPB)

