RELUNG.ID — Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Guru Pendidikan Agama Islam SMK Negeri 1 Palembang, Sitta Choiriah, mengajak para umat muslim mempersiapkan diri secara lahir dan batin agar ibadah puasa dijalani dengan penuh keikhlasan dan kesadaran spiritual.
Menurutnya, Ramadan bukan sekadar kewajiban tahunan, melainkan momentum memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
“Ramadan adalah bulan yang paling mulia, penuh rahmat dan ampunan. Kita wajib menyambutnya dengan rasa bahagia dan kesiapan hati,” ujarnya dalam pesan pembinaan kepada siswa, Jumat.
Sitta menjelaskan, ada beberapa syarat wajib puasa yang harus dipahami umat Islam, yakni sudah baligh, dalam keadaan sehat, tidak sedang bepergian jauh, serta tidak memiliki uzur syar’i. Namun lebih dari itu, ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan spiritual.
Ia mengingatkan bahwa kegembiraan dalam menyambut Ramadan pun memiliki nilai ibadah. Dalam salah satu hadis disebutkan bahwa siapa yang bergembira menyambut Ramadan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengharamkan jasadnya dari api neraka. Selain itu, pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup.
“Ini kesempatan besar bagi kita untuk lebih dekat dengan Allah, memperbanyak amal saleh, membaca Al-Qur’an, dan menjaga keikhlasan dalam setiap ibadah,” katanya.
Sitta juga menyoroti keistimewaan malam Lailatul Qadar yang hadir di sepuluh malam terakhir Ramadan. Malam tersebut, lanjutnya, lebih baik dari seribu bulan, sehingga setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.
Menurutnya, Ramadan harus menjadi titik balik pembentukan karakter generasi muda, terutama di lingkungan sekolah. Ia berharap para siswa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga sikap, ucapan, serta meningkatkan kualitas ibadah.
“Semoga Ramadan ini membawa keberkahan dan mengantarkan kita pada kemenangan di bulan Syawal,” tutupnya.[THQ]

