RELUNG.ID – Pelaku yang menghabisi satu keluarga di Dusun Bagan, Desa Lumpatan 1, Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel) telah ditangkap tim gabungan Unit 4 Subdit III Jatanras Polda Sumsel dan Satreskrim Polres Muba.
Pelaku bernama Eeng Praza yang merupakan pelaku tunggal dalam pembunuhan empat orang yang masih satu keluarga itu. Eeng ditangkap di rumah keluarganya di Provinsi Jambi.
Pembunuhan Satu Keluarga Bukan karena Perampokan
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo menjelaskan pelaku membunuh satu keluarga dengan sadis karena selisih paham pelaku dengan korban bernama Heri terkait investasi handphone.
“Pelaku memberikan modal untuk korban (Heri) agar bisa jual handphone. Tapi ketika handphone terjual hasilnya tidak ada sehingga pelaku menagih uangnya di rumah korban dari sinilah terjadi selisih paham hingga menimbulkan perkelahian,” kata dia, Senin (1/1/2024).
Anwar menyebutkan dari penjelasan pelaku, jika korban yang mendahului menyerangnya dan terjadilah perkelahian, bahkan dengan kayu pelaku memukul korban. Melihat kejadian itu, nenek korban juga ikut membantu.
“Nenek korban juga dipukul dengan kayu dan dua anak korban yang berusia 12 tahun dan 5 tahun waktu kejadian melarikan diri ke arah belakang rumah lalu dikejar pelaku setelah keempat korban dibunuh pelaku kabur membawa handphone lalu dibuang ke sungai beserta kayu yang digunakan untuk memukul keempat korban,”kata dia.
Sebelumnya pembunuhan sadis terjadi terhadap empat orang warga Dusun Bagan, Desa Lumpatan 1, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba ditemukan tewas di pondok milik korban Rabu (20/12/2023) lalu.
Keempat korban diketahui masih satu keluarga yakni Heri (50), ibunya Masturo alias Juray (70) dan kedua anak Heri, Marsel (12) dan Aurel (5).
Untuk kepentingan otopsi, jenazah para korban dibawa ke Intalasi Kedokteran Forensik RS Bhayangkara M Hasan Palembang Rabu 20 Desember 2023 malam.
Berdasarkan informasi yang didapat, korban Heri baru saja menjual kebun sawit miliknya sebesar Rp60 juta sekitar tiga hari lalu.

