RELUNG.ID – Seorang Jemaah Calon Haji (JCH) asal OKU bernama Sarah Hilalya M Mufid (25) terpaksa batal berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
Pasalnya, Sarah tengah mengandung buah hati pertamanya sehingga tidak memenuhi aturan untuk diberangkatkan.
Untuk diketahui, usia kehamilan Sarah saat ini baru menginjak lima minggu.
“Kami sudah menantikan rezeki (kehamilan) ini cukup lama sekitar 16 bulan,” kata Sarah saat ditemui, Selasa (13/5).
Meski tidak bisa berangkat haji tahun ini, dia mengaku tidak bersedih ataupun kecewa. Karena, Allah SWT telah menganugerahkannya rezeki lainnya. Bahkan, dia mengaku sangat senang atas titipan cabang bayi di rahimnya tersebut.
“Mungkin Allah belum menakdirkan saya berada di Arafah tahun ini. Insya Allah tahun depan,” ujar Sarah ditemani sang suami, Untung Bekti Nugroho.
Sementara itu, Humas Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) , Abdul Qudus mengatakan, Sarah Hilalya M Mufid ini tergabung dengan keberangkatan Kelompok Terbang (Kloter) 9 Embarkasi Palembang asal OKU.
“Sesuai aturan, jemaah haji yang hamil di bawah 14 minggu dan di atas 26 minggu tidak dapat diberangkatkan. Insya Allah Ibu Sarah ditunda keberangkatannya tahun depan,” katanya.
Dengan keberangkatan Kloter 9, total jemaah haji yang telah diberangkatkan melalui Embarkasi Palembang berjumlah 3.322 orang dengan rincian 2.212 dari Sumsel, 1.074 asal Bangka Belitung, dan 36 petugas kloter.
“Jemaah kloter 9 ini yaitu berjumlah 369 karena satu jamaah ditunda keberangkatannya,” pungkasnya. (LWM)

