RELUNG.ID – Pernikahan dini pastinya akan berlanjut kepada hamil di usia muda. Hal itu ternyata sangat berbahaya atau berdampak buruk.
Hal itu karena hamil usia muda akan menjadi masalah serius karena kebanyakan remaja merasa belum siap secara fisik dan mental untuk hamil.
Dilansir dari Alodokter, ini 6 resiko hamil usia muda yang harus kalian ketahui :
1. Kematian ibu dan bayi
Makin muda usia perempuan saat hamil, makin tinggi pula risiko untuk mengalami berbagai masalah dalam kehamilan. Bahaya hamil usia muda tidak hanya menyerang remaja perempuan yang mengandung, tetapi juga janinnya.
Di usia remaja, tubuh perempuan masih terus mengalami pertumbuhan dan umumnya belum siap untuk menjalani proses persalinan, misalnya karena panggul sempit.
Baca Juga: Ini Fakta-fakta Unik Tentang Tinggi Badan
Selain itu, tidak sedikit remaja wanita yang menutupi atau merahasiakan kehamilannya, sehingga kesehatan tubuhnya serta janin tidak terpantau. Berbagai kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya kematian pada remaja yang hamil di usia muda dan juga janinnya.
2. Kelainan pada bayi
Perempuan yang hamil usia muda terkadang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga atau bahkan pasangannya. Terkadang, kehamilan juga bisa saja tidak diinginkan.
Hal ini bisa saja membuat remaja perempuan kurang mendapat perawatan yang memadai. Padahal, masa kehamilan adalah periode penting yang membutuhkan perawatan dan persiapan yang baik.
Sebuah riset menunjukkan bahwa masih banyak peremuan hamil usia muda yang menderita kekurangan gizi. Kebutuhan nutrisi yang tidak tercukupi dapat meningkatkan risiko terjadinya kematian janin, janin terlahir prematur, dan janin mengalami gangguan pertumbuhan.
Selain itu, hamil di usia remaja juga terkait dengan peningkatkan risiko terjadinya catat pada bayi, seperti kelainan jantung, cacat tabung saraf, dan bibir sumbing.
3. Komplikasi kehamilan
Perempuan yang hamil usia muda lebih rentan terkena komplikasi kehamilan, seperti perdarahan pascamelahirkan, tekanan darah tinggi, eklamsia, dan persalinan macet. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa berbahaya bagi ibu hamil dan janin.
Baca Juga: 7 Cara Hindari Minuman Keras, Terutama dari Ajakan Teman
4. Berat badan lahir bayi rendah
Persalinan prematur merupakan salah satu masalah yang cukup sering terjadi pada perempuan yang hamil usia remaja atau terlalu muda.
Perlu diketahui bahwa bayi yang terlahir prematur lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan, pencernaan, penglihatan, pendengaran, serta tumbuh kembang.
Selain itu, bayi yang terlahir dari ibu yang masih remaja juga rentan terlahir dengan berat badan lahir rendah. Bayi yang terlahir prematur atau dengan berat badan rendah umumnya membutuhkan perawatan khusus. Jika kondisinya parah, bayi tersebut juga perlu menjalani perawatan di ruang NICU.
5. Penyakit menular seksual
Remaja yang berhubungan seksual di usia muda lebih rentan menderita penyakit menular seksual, seperti HIV, klamidia, sifilis, dan herpes. Hal ini bisa disebabkan oleh ketidaktahuan atau belum matangnya pola pikir mereka tentang hubungan seks yang aman, termasuk pentingnya penggunaan kondom.
Penyakit menular seksual yang tidak diobati bisa menyebabkan berbagai komplikasi pada kehamilan, mulai dari bayi terlahir cacat, kelahiran prematur, hingga kematian janin di dalam kandungan.
Selain itu, dalam jangka panjang, penyakit menular seksual juga bisa menyebabkan radang panggul dan kerusakan pada tuba falopi, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik atau bahkan menyebabkan kemandulan.
6. Depresi pascamelahirkan
Remaja perempuan lebih berisiko mengalami depresi pascamelahirkan karena merasa tidak siap merawat anak, terutama jika tidak mendapat dukungan dari keluarga atau pasangan. Depresi bisa membuat mereka tidak mampu merawat bayinya dengan baik bahkan berniat untuk membuang atau mengakhiri nyawa bayinya.
Perempuan yang hamil usia muda, terutama jika mengalami kehamilan yang tidak direncanakan, juga sering menghadapi tekanan dari banyak pihak dalam berbagai bentuk. Misalnya adalah desakan untuk menggugurkan kandungan, takut akan anggapan dari masyarakat, atau khawatir akan kemampuan finansial untuk mengurus bayi di masa depan.
Semoga bermanfaat

