RELUNG.ID – Harga cabai di Sumatra Selatan mengalami fluktuasi signifikan dalam sepekan terakhir. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk cuaca ekstrem dan meningkatnya permintaan pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendi, menjelaskan bahwa harga cabai kerap mengalami perubahan yang cukup tajam.
“Pergerakan harga cabai sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Jika daerah penyuplai mengalami banjir, harga cenderung turun. Sebaliknya, jika produksi minim dan distribusi terhambat, harga bisa melonjak,” ujarnya, Jumat (21/2/2025).
Ia juga menambahkan bahwa menjelang Ramadan, harga cabai bisa mengalami penurunan karena faktor cuaca yang kurang mendukung panen.
“Produksi yang terhambat akibat kondisi cuaca bisa membuat harga tetap tinggi atau bahkan naik lebih jauh,” jelasnya.
Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan Palembang, harga cabai rawit merah dan rawit besar di Pasar Soak Batu saat ini mencapai Rp75 ribu per kilogram. Sementara itu, di Pasar Lemabang, harga cabai rawit merah dan rawit besar menyentuh angka tertinggi, yaitu Rp100 ribu per kilogram.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai turut berkontribusi terhadap inflasi di Sumsel.
“Komoditas pangan, terutama cabai merah dan cabai rawit, mengalami kenaikan yang signifikan. Cabai merah sendiri berkontribusi terhadap inflasi sebesar 1,45 persen secara month to month (mtm),” jelasnya.
Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam berbelanja dan mengatur konsumsi bahan pangan guna mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi.[THQ]

