RELUNG.ID – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Selatan, Ruzuan Effendi, mengumumkan bahwa harga cabai di provinsi tersebut mengalami penurunan pada tanggal 14 Januari 2022.
Menurutnya, harga cabai keriting dan cabai rawit saat ini sudah menurun signifikan menjadi sekitar Rp 45.000 hingga Rp 50.000 per kilogram.
“Saat ini untuk beberapa harga pangan tergolong stabil, seperti ayam yang harganya kini masih stabil, untuk telur pun masih stabil dan malah cenderung menurun. Sedangkan untuk harga cabai keriting, cabai rawit itu sekarang sudah menurun jauh sekali di harga Rp 45.000 dan Rp 50.000 per kilogramnya,” ujar Ruzuan.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Perumahan Mewah dan Miliki Tingkat Keamanan Tinggi di Palembang
Ruzuan juga menjelaskan bahwa harga bawang merah masih fluktuatif, sementara bawang putih dan ayam relatif stabil. Meskipun begitu, harga bawang merah mengalami fluktuasi naik turun.
“Kalau bawang harganya masih tergolong stabil. Bawang putih stabil, tetapi untuk bawang merah harganya masih turun naik,” tambahnya.
Baca Juga: Aksi Penodongan Terhadap Wisatawan di Jembatan Ampera Palembang, Kembali Terjadi
Meskipun Sumatera Selatan mengalami musim pancaroba, Ruzuan menegaskan bahwa kondisi ini tidak mempengaruhi ketersediaan maupun harga pangan. Beberapa lokasi yang menjadi sentral produksi pangan, terutama daging dan telur, tidak terpengaruh selama pergantian musim.
“Dari harga yang cenderung turun, kita bisa lihat bahwa tidak ada pengaruh terkait curah hujan yang tinggi. Kita sama-sama berdoa dan akan selalu berusaha menstabilkan harga pangan untuk mencukupi kebutuhan dan ketersediaan yang ada,” pungkasnya.

