Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Harga Cabai Meroket, Pedagang Pempek di Palembang Keluhkan Biaya Produksi Cuko Melonjak
Bisnis

Harga Cabai Meroket, Pedagang Pempek di Palembang Keluhkan Biaya Produksi Cuko Melonjak

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda06/02/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Harga cabai di Pasar Pulau Mas Empat Lawang merangkak naik. (Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kenaikan harga cabai rawit yang mencapai Rp80.000 per kilogram membuat para pedagang pempek di Palembang, khususnya di Sentra Pempek Pasar 26 Ilir, kelimpungan.

Ria, salah satu pedagang pempek di kawasan tersebut, mengaku kesulitan menyesuaikan biaya produksi cuko pempek akibat lonjakan harga bahan baku yang tak terkendali.

“Iya, kami mengeluhkan harga cabai yang begitu mahal sejak satu minggu lalu. Sekarang itu harga cabai rawit, yang biasa disebut rawit cuko, lagi naik di pasar. Jadi, mau tidak mau kita tetap harus beli,” ujar Ria saat ditemui di warungnya, Kamis (6/2/2025).

Tak hanya cabai rawit, harga bawang merah dan bawang putih yang menjadi bahan utama cuko juga ikut melambung, berkisar antara Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Kondisi ini memaksa Ria melakukan penyesuaian dalam produksi cuko pempek yang menjadi pelengkap utama dagangannya.

“Untuk pemberian cukonya tidak kita kurangi, tapi mungkin porsi cabainya aja yang akan kita kurangi saat membuat cuko. Soalnya, kalau tetap pakai porsi yang biasa, bisa rugi besar,” jelasnya.

Ria menambahkan, meski harga bahan baku melonjak, ia enggan menaikkan harga pempek yang selama ini dijual seharga Rp800 per potong.

“Harga pempek kita tetap murah, Rp800 saja per biji, dengan produksi sekitar 17 kilogram per hari. Tapi kalau harga bahan terus naik, lama-lama bisa rugi,” keluhnya.

Sementara itu, Nursani (48), pedagang cabai di Pasar Tradisional KM 5, mengungkapkan bahwa harga cabai rawit sudah bertahan tinggi selama lebih dari satu minggu.

“Sudah satu minggu harganya di kisaran Rp80.000 per kilogram. Bahkan ada yang jual sampai Rp90.000, tergantung kualitasnya,” katanya.

Menurut Nursani, tingginya harga di tingkat pedagang eceran disebabkan oleh harga modal yang juga sudah tinggi di Pasar Induk Jakabaring.

“Kita ambil dari Pasar Induk Jakabaring pun marginnya tipis sekali. Modalnya sudah tinggi, jadi mau tidak mau kita jual mahal juga,” tambahnya.

Kenaikan harga cabai ini diduga akibat faktor cuaca ekstrem yang mempengaruhi hasil panen di beberapa daerah pemasok utama cabai di Sumatera Selatan. Selain itu, distribusi yang terganggu juga menjadi salah satu pemicu lonjakan harga yang signifikan.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pedagang pempek, tetapi juga pelaku usaha kuliner lainnya yang mengandalkan cabai sebagai bahan baku utama. Jika harga bahan pokok terus merangkak naik, dikhawatirkan para pedagang terpaksa menaikkan harga jual produk mereka atau bahkan mengurangi porsi bahan dalam produksi.

Masyarakat pun berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, agar beban para pedagang kecil tidak semakin berat di tengah kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih.[TRA]

Cabai Palembang Pempek
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePembangunan IKN Capai 87,9 Persen di Akhir 2024
Next Article Polda Gorontalo Amankan 3 Pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin, Kerugian Capai Rp 160 Juta
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pembina Pramuka di Palembang Ditangkap Usai Lecehkan 8 Siswa SMP

10/10/20264 Views
Regional

Tak Diberi Uang Beli Sabu, Anak Aniaya Ibu Lansia di Palembang

07/10/20264 Views
Regional

Lift OPI Mall Nyaris Menelan Korban, Terjatuh Saat Pengunjung Ramai

05/10/20269 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,871 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,744 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,717 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?