RELUNG.ID — Harga minyak sawit mentah (CPO) mencatat kenaikan pada perdagangan Rabu, 16 Oktober 2024, setelah sebelumnya mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives, kontrak berjangka CPO menguat 1,19 persen ke level 4.319 Ringgit per ton. Kenaikan ini juga mendorong peningkatan mingguan sebesar 1,01 persen dan lonjakan hingga 12 persen dalam sebulan terakhir.
Penguatan harga CPO didorong oleh kenaikan harga minyak nabati pesaing di bursa Dalian, China, dan Chicago Board of Trade (CBoT) di Amerika Serikat. Selain itu, tanda-tanda ekspor yang lebih kuat mulai terlihat.
Survei kargo menunjukkan pengiriman produk minyak sawit Malaysia naik 14 hingga 15,6 persen dalam periode 1-15 Oktober dibandingkan bulan sebelumnya, memperkuat optimisme pasar.
Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) memproyeksikan harga CPO akan tetap bertahan di atas 4.000 Ringgit per ton sepanjang Oktober. Namun, beberapa pelaku pasar bersikap hati-hati menjelang rilis data PDB kuartal III-2024 China, yang diperkirakan akan mempengaruhi sentimen pasar global.
David Ng, trader minyak sawit dari Bernama, memperkirakan harga CPO akan berada dalam kisaran 4.230 hingga 4.450 Ringgit per ton selama pekan ini. Di sisi lain, Jim Teh, trader senior dari Interband Group of Companies, memperingatkan kemungkinan aksi ambil untung di pasar karena harga yang dianggap sudah terlalu tinggi.
“Harga saat ini bisa memicu kenaikan harga pangan,” ujarnya, menambahkan bahwa stok CPO yang meningkat di Malaysia pada September berpotensi memicu koreksi harga dalam waktu dekat.
Permintaan fisik CPO diperkirakan tetap stabil, terutama dari negara-negara seperti India, China, Pakistan, Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Eropa. Meski ada potensi aksi ambil untung, kebutuhan akan minyak sawit untuk konsumsi dan industri di pasar global diyakini akan menjaga harga tetap kompetitif.
Dengan dinamika ekspor yang membaik dan harga minyak nabati lain yang menguat, pasar CPO berpotensi mempertahankan tren positifnya, meski investor harus mewaspadai perkembangan ekonomi global dalam beberapa pekan ke depan. [TRA]

