RELUNG.ID- Kabar pahit menimpa petani kopi robusta di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Setelah sempat menembus harga Rp70 ribu per kilogram, kini harga biji kopi anjlok drastis hingga di bawah Rp50 ribu.
Penurunan harga ini membuat banyak petani kecewa, terutama mereka yang belum sempat menjual hasil panen saat harga tinggi.
Rahman, salah satu petani kopi di wilayah tersebut, mengaku terpaksa menjual hasil panennya meski harga sedang jatuh. Ia menjual kopi kering miliknya seharga Rp48 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram demi menutupi kebutuhan rumah tangga dan biaya kuliah anaknya.
“Anak saya mau masuk semester baru. Pasti butuh biaya mulai dari kontrakan, uang jajan, dan lainnya. Jadi berapa pun harga kopi, ya harus dijual,” ujar Rahman, Selasa (1/7/2025).
Ia mengungkapkan, jika harga tetap berada di level Rp70 ribu, penghasilannya tentu jauh lebih besar.
“Coba kalau masih Rp70 ribu, ada selisih hampir Rp20 ribu sekilo. Lumayan banyak kalau panennya puluhan kilo,” keluhnya.
Penurunan harga juga dibenarkan oleh Mei, salah satu pengepul kopi di Empat Lawang. Ia menyebut, harga tertinggi saat ini hanya sekitar Rp48 ribu per kilogram untuk kualitas terbaik.
“Kopi bagus, kering, dan bersih sekarang paling tinggi saya beli Rp48 ribu. Kalau kualitas biasa, lebih rendah lagi,” kata Mei.
Anjloknya harga kopi inij juga dirasakan oleh petani kopi di Pagar Alam dan Lahat, para petani pun banyak memilih menahan hasil panen hingga harga pasar kembali stabil. [SLM]

