RELUNG.ID – Penyesuaian harga penerbangan perintis Susi Air rute Bengkulu, Enggano, Pagar Alam hingga Krui berlaku mulai 2026.
Bandara Atung Bungsu memastikan layanan tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat.
Konektivitas udara bagi masyarakat di wilayah terpencil Sumatera bagian selatan terus dijaga melalui layanan penerbangan perintis.
Maskapai Susi Air resmi menyesuaikan tarif sejumlah rute perintis yang melayani Bengkulu, Enggano, Pagar Alam, Palembang hingga Krui, yang mulai berlaku pada tahun 2026, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan transportasi udara perintis.
Penyesuaian harga ini mencakup beberapa rute strategis seperti Bengkulu–Enggano, Enggano–Bengkulu, Bengkulu–Pagar Alam, Pagar Alam–Palembang, hingga Bengkulu–Krui dan Lampung–Krui.
Rute-rute tersebut selama ini menjadi urat nadi transportasi masyarakat, terutama untuk mobilitas warga, distribusi logistik, serta layanan kesehatan dan pendidikan.
Kepala Satuan Pelayanan Bandara Atung Bungsu, Aminoto Sastra, menjelaskan bahwa penerbangan perintis memiliki peran vital dalam membuka keterisolasian wilayah, sehingga penyesuaian tarif dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat.
“Penerbangan perintis ini bukan semata-mata bisnis, tetapi bentuk pelayanan negara untuk memastikan masyarakat di daerah terpencil tetap terhubung. Penyesuaian harga dilakukan agar operasional penerbangan tetap berjalan dengan aman dan berkelanjutan,” ujar Aminoto Sastra Kamis (8/1/2026)
Ia menambahkan, Bandara Atung Bungsu terus berkomitmen memberikan pelayanan maksimal bagi penumpang maupun maskapai, mulai dari kesiapan fasilitas, keselamatan penerbangan, hingga koordinasi jadwal agar penerbangan berjalan lancar sesuai ketentuan.
Menurutnya, kehadiran penerbangan perintis sangat membantu masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur laut atau darat dengan waktu tempuh panjang dan risiko tinggi, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.
“Dengan adanya penerbangan perintis, mobilitas warga menjadi lebih cepat dan efisien. Ini sangat berdampak pada perekonomian daerah dan pelayanan sosial masyarakat,” tutupnya. (TFK)

