RELUNG.ID-Hingga Minggu sore (25/1/2026), misteri hilangnya musisi jalanan M Rizki Ramadon alias Madon (15), warga Kelurahan Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, di aliran Sungai Musi, Kabupaten Empat Lawang, masih belum terungkap.
Memasuki hari kedua pencarian, tim gabungan terus berpacu dengan waktu di tengah derasnya arus sungai. Namun hingga saat ini, keberadaan Madon, bungsu dari lima bersaudara, belum berhasil ditemukan.
Suasana haru menyelimuti tepian Sungai Musi saat Saparoni, ayah korban, tiba di lokasi pencarian sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Warga asli Desa Babatan yang merantau ke Palembang sejak 1993 itu tak menyangka kepulangannya ke kampung halaman kali ini justru untuk mencari putra tercinta.
Dengan raut wajah lelah dan mata sembab, Saparoni setia menunggu di tepi sungai.
“Kami sangat berharap anak kami segera ditemukan,” ucapnya tegar.
Meski terpukul, ia menyampaikan terima kasih kepada Basarnas, BPBD, serta warga setempat yang tak kenal lelah membantu proses pencarian. Ia juga memohon doa dari masyarakat agar putranya segera ditemukan.
Skala pencarian kini diperluas. Tim gabungan tak hanya menyisir titik awal kejadian, tetapi juga menyusuri aliran sungai hingga wilayah Desa Sugiwaras, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Musirawas.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Empat Lawang, Fero, mengatakan pihaknya menambah kekuatan personel untuk mempercepat proses pencarian.
“Personel terdiri dari enam anggota Basarnas dan empat personel Tim SAR MA Muara Beliti, dibantu BPBD Empat Lawang, Kecamatan Tebing Tinggi, serta relawan warga,” jelas Fero.
Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet, disertai penyelaman manual oleh warga di sejumlah titik yang dinilai rawan.
“Ada tambahan personel dari luar daerah. Semoga dengan kekuatan penuh ini korban segera ditemukan,” tegasnya.
Namun kondisi alam masih menjadi tantangan utama. Sungai Musi dikenal memiliki arus bawah yang kuat, sehingga menyulitkan proses pencarian. Petugas pun mengimbau warga untuk tetap waspada di sekitar aliran sungai.
Kapolsek Tebing Tinggi, Kompol Herman Akhiri, menjelaskan kronologi kejadian bermula pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Madon mengajak tiga temannya—Ando, Andi, dan Aldi—berenang di Sungai Musi, kawasan Lorong Pompa, Kelurahan Tanjung Makmur.
“Salah satu temannya sempat bertanya apakah korban bisa berenang. Korban menjawab bisa, lalu langsung melompat ke sungai,” kata Herman.
Namun korban terbawa arus di bagian sungai yang dalam dan sempat berteriak meminta tolong. Salah satu temannya berusaha menolong dan sempat memegang tangan kanan korban, tetapi pegangan terlepas akibat derasnya arus.
“Setelah itu korban menghilang. Teman-temannya langsung meminta bantuan warga dan melapor ke Polsek Tebing Tinggi,” jelas Kapolsek. [SLM]

