Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Hari Perempuan Internasional 2025: Suara Perempuan Akar Rumput dan Perjuangan Melawan Ketidakadilan
Indeks

Hari Perempuan Internasional 2025: Suara Perempuan Akar Rumput dan Perjuangan Melawan Ketidakadilan

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda09/03/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Para perempuan di Palembang saat memperingati hari perempuan nasional. Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Peringatan Hari Perempuan Internasional tahun ini menjadi momentum penting untuk menyuarakan isu-isu perempuan, khususnya perempuan akar rumput yang masih terpinggirkan. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi di era 5.0, kenyataan pahit masih dirasakan oleh para perempuan petani yang berjuang mempertahankan hak atas tanah dan sumber daya alam.

Berdasarkan survei nasional Komisi Nasional Perempuan, sepanjang 2023-2024 tercatat sebanyak 401.975 petani perempuan menjadi korban kekerasan akibat konflik agraria di berbagai wilayah Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa perempuan di pedesaan, terutama yang terlibat dalam sektor pertanian, masih menghadapi diskriminasi, eksploitasi, dan kekerasan struktural.

100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran Dinilai Belum Berpihak pada Perempuan

Solidaritas Perempuan (SP) menyoroti 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai masih melanjutkan kebijakan patriarkal dan represif, mewarisi praktik pemerintahan sebelumnya. Proyek investasi dan kebijakan diskriminatif dinilai semakin memperparah ketimpangan gender dan ketidakadilan lingkungan.

SP mencatat dampak serius kebijakan tersebut, dengan 3.624 perempuan (47,7%) di 57 desa menjadi korban akibat pembangunan yang merampas hak-hak mereka atas tanah dan sumber daya alam.

Seruan Bersama: Putus Rantai Ketidakadilan Gender dan Lingkungan

Sejumlah organisasi dan elemen masyarakat sipil seperti Pilar Nusantara, Solidaritas Perempuan Palembang, WALHI Sumsel, LBH Palembang, dan berbagai kelompok mahasiswa serta lembaga advokasi menyuarakan tuntutan bersama untuk mengakhiri ketidakadilan gender dan lingkungan di Sumatera Selatan.

Berikut adalah beberapa poin tuntutan mereka: 

1. Tinjau ulang HGU PTPN VII Cinta Manis dan libatkan perempuan desa dalam penyelesaian konflik agraria.

2. Hentikan kekerasan dan perampasan sumber daya kehidupan perempuan.

3. Akhiri kriminalisasi aktivis pembela HAM dan lingkungan.

4. Stop pembungkaman gerakan sipil dengan kekuatan militerisme.

5. Jalankan reforma agraria sebagai basis pembangunan nasional, bukan solusi palsu ketimpangan agraria.

6. Hentikan kekerasan seksual di ruang pendidikan dan tempat kerja.

7. Stop pemangkasan dana untuk kebutuhan perempuan dan kelompok rentan.

8. Akhiri pemaksaan perkawinan anak di bawah 19 tahun.

9. Berikan akses dan kontrol lebih besar bagi perempuan dalam skema Perhutanan Sosial.**

10. Pastikan kebijakan Perhutanan Sosial melibatkan perempuan secara aktif dalam perencanaan, pengelolaan, dan distribusi manfaat.

Meski Hari Perempuan Internasional telah menjadi simbol solidaritas global sejak 8 Maret 1857, perjuangan perempuan untuk meraih kesetaraan dan keadilan masih jauh dari selesai. Hari ini, suara perempuan akar rumput menjadi pengingat bahwa ketimpangan gender, kekerasan, dan perampasan hak masih menjadi kenyataan yang harus diperangi bersama.

Dengan semangat solidaritas dan keberanian, perempuan di seluruh Indonesia terus berjuang untuk memutus rantai ketidakadilan demi masa depan yang lebih adil dan setara.[THQ]

Hari Permpuan Nasional Perempuan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePolisi di Luwu Timur Diduga Jual Solar Subsidi ke Industri Tambang, Polda Sulsel Turun Tangan
Next Article Hari ke-10 Puasa Ramadan, Berikut Jadwal Imsyakiyah dan Subuh untuk Wilayah Palembang
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,004 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,873 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,846 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?