Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Health Tourism Sumsel Dimulai dari Bandara hingga Senyum Nakes
Bisnis

Health Tourism Sumsel Dimulai dari Bandara hingga Senyum Nakes

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda31/01/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Gubernur Sumsel Herman Deru saat membuka health tourism. Foto : Humas Pemprov Sumsel
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) memasang target besar yakni menghentikan kebiasaan warganya berobat ke luar negeri dan mulai menarik pasien mancanegara datang ke Palembang. Kunci strategi itu ada pada satu pintu utama—kembalinya status internasional Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.

Gubernur Sumsel Herman Deru menilai konektivitas udara langsung menjadi faktor penentu dalam pengembangan wisata kesehatan (health tourism). Tanpa akses penerbangan internasional, fasilitas medis modern dan tenaga kesehatan berpengalaman yang dimiliki Sumsel dinilai sulit bersaing di pasar global.

“Kalau mau bicara wisatawan medis dari luar negeri, syarat utamanya jelas: akses. Bandara internasional itu modal utama,” kata Herman Deru, Jumat (30/1/2026).

Selama ini, Sumsel justru menjadi daerah pengirim pasien ke negara tetangga. Fenomena itu ingin diubah total. Menurut Deru, dari sisi peralatan medis dan sumber daya manusia, rumah sakit di Sumsel tidak kalah dengan layanan kesehatan luar negeri.

“Peralatan kita lengkap, nakes kita banyak dan mumpuni. Sekarang tugas kita adalah membangun kepercayaan agar orang luar mau datang, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Tak berhenti pada sektor kesehatan, langkah ini juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi daerah. Herman Deru meminta biro perjalanan mulai menyiapkan paket khusus wisata kesehatan, menjadikan layanan medis sebagai destinasi baru selain wisata alam dan kuliner.

“Mulai sekarang, health tourism harus masuk katalog biro travel. Jadi orang datang tidak hanya berobat, tapi juga menikmati Palembang dan Sumsel,” tegasnya.

Pemprov Sumsel optimistis konsep ini akan menjadi paket lengkap: pengobatan medis modern, perawatan estetika, hingga masa pemulihan yang dipadukan dengan wisata kuliner dan budaya lokal.

Namun, Deru juga melontarkan peringatan keras kepada manajemen rumah sakit. Ia menilai kesiapan mental dan sikap pelayanan tenaga kesehatan menjadi tantangan terbesar. Menurutnya, keramahan di garis depan pelayanan justru bisa menentukan citra Sumsel sebagai destinasi wisata kesehatan.

“Jangan sampai fasilitasnya bagus, dokternya hebat, tapi yang di depan mukanya jutek. Orang sakit bukannya sembuh, malah tambah stres,” katanya.

Ia menilai alasan warga memilih berobat ke luar negeri kerap bukan karena kualitas medis semata, melainkan faktor psikologis dan sugesti. Kepercayaan itulah yang ingin dibangun kembali melalui pelayanan yang humanis.

“Kadang kalau dibandingkan, kualitas kita tidak kalah. Tapi mindset masyarakat sudah telanjur percaya ke luar negeri. Ini yang harus kita perbaiki,” ujar Deru.

Dengan penetapan Sumsel sebagai tujuan wisata kesehatan, seluruh rumah sakit diminta segera berbenah. Menurut Herman Deru, predikat tersebut bukan sekadar kebanggaan, melainkan tanggung jawab besar untuk memberikan layanan berstandar internasional.

“Kita sudah mengumumkan diri sebagai destinasi health tourism. Artinya, tamu akan datang. Maka layanan harus naik kelas,” pungkasnya.[THQ]

Health Tourism Pemprov Sumsel Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleUji Nyali Jelang Piala Asia, Garuda Muda Dua Kali Hadapi Tiongkok
Next Article Mobil Patroli Polisi di Palembang Renggut Nyawa Warga, Anggota Diperiksa Propam
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pemprov Sumsel Percepat Pembangunan Lima Flyover di Muara Enim

09/10/20263 Views
Regional

Kabut Asap Menebal, Pemprov Sumsel Kembali Gelar Salat Istisqa

08/10/20265 Views
Regional

Pelaku Perampokan Mahasiswa di Muratara Ditangkap, Modusnya Berhentikan Mobil Korban

08/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,894 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,767 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,739 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?