RELUNG.ID – Ibu hamil setelah melahirkan banyak yang menderita baby blues. Bahkan sempat viral ada ibu nyaris melempar bayi ke gerbong kereta.
Dilansir dari klikdokter 9 cara mencegah sindrom baby blues setelah melahirkan. Simak dibawah ini :
1. Konsumsi Omega-3
Cara mencegah baby blues pascamelahirkan bisa dengan konsumsi omega-3. Nutrisi yang satu ini merupakan salah satu komponen penting dalam perkembangan sistem saraf janin.
“Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi omega-3 (DHA dan EPA) secara rutin dapat mengurangi risiko melahirkan prematur dan depresi setelah melahirkan,” jelas Dokter Vita.
Oleh karenanya, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung omega-3 ketika hamil. Mama bisa menemukan nutrisi ini pada telur dan ikan.
Baca Juga: Orang Tua Harus Tahu! Ini 5 Tanda Bayi Kedinginan
2. Atur Pola Makan
Setelah melahirkan, jam makan Mama akan menjadi berantakan. Penting untuk diingat, jangan pernah melewatkan makan besar dan menggantinya dengan camilan.
Usahakan untuk selalu makan 3 kali sehari dengan menu sehat. Sesuai saran Kementerian kesehatan RI, coba konsumsi makanan yang bernutrisi untuk membantu tubuh agar cepat pulih dan sehat.
Terkadang, makanan dan minuman manis juga bisa memperbaiki suasana hati. Oleh karenanya, bukan menjadi masalah besar untuk sesekali menyelipkan makanan dan minuman manis di sela-sela pola makan.
3. Istirahat
Proses melahirkan tentunya dapat terasa melelahkan. Agar terhindar dari baby blues syndrome, Mama perlu untuk beristirahat.
Meski sedang sibuk mengurus bayi, namun Mama bisa mengambil waktu untuk beristirahat ketika si Kecil tertidur atau ketika sedang ada yang menjaga bayi.
Pasalnya, kurang istirahat bisa membuat mood atau suasana hati seorang ibu bisa muram dan cenderung depresi.
4. Lakukan Hobi
Mengurus buah hati yang baru lahir tentu bisa menghabiskan banyak waktu, terlebih lagi bagi wanita yang baru pertama kali melahirkan. Namun, ini bukan berarti tandanya kamu bisa melakukan hobi atau hal-hal yang menyenangkan.
Melakukan hobi menjadi salah satu cara mencegah baby blues saat hamil dan setelah melahirkan. Dengan memiliki hobi, Mama bisa menghilangkan rasa penat dan memperbaiki suasana hati.
5. Sempatkan Olahraga
Meski sibuk mengurus bayi, namun pastikan Mama menyempatkan waktu untuk berolahraga.
Coba lakukan olahraga ringan di rumah ketika bayi sedang tertidur. Namun, pastikan bahwa kondisi tubuh Mama sudah cukup istirahat, ya!
Selain berfungsi untuk mencegah baby blues, aktivitas fisik juga bisa memperlancar aliran darah. Nantinya, tubuh bisa jadi lebih segar dan sehat.
6. Luangkan Waktu untuk Keluar Rumah
Untuk membantu mencegah gejala baby blues syndrome, Mama bisa meluangkan waktu untuk pergi keluar rumah untuk me time atau bertemu dengan teman.
Baca Juga: Kulit Bayi Kering dan Mengelupas, Ini 8 Tips Mengatasinya
Menghirup udara segar dapat membantu mengurangi rasa penat dan kelelahan. Oleh karenanya, diharapkan Mama untuk beristirahat sejenak dari mengurus si Kecil.
7. Bicara dengan Pasangan dan Keluarga
Ingatlah bahwa Mama bukanlah satu-satunya yang harus bertanggung jawab dalam kebutuhan bayi. Terdapat andil pasangan dalam masa-masa ini.
Apabila merasa lelah mengurus bayi atau sekadar ingin bercerita, jangan sungkan untuk berbicara kepada pasangan atau keluarga. Kehadiran dan dukungan orang lain menjadi hal penting setelah melahirkan.
Dengan begitu, Mama tidak merasa sendiri atau mengalami stres berlebihan yang dapat memicu terjadinya baby blues.
8. Coba Jalani Kehidupan dengan Santai
Merasa kewalahan, lekas marah, dan sering menangis merupakan contoh baby blues yang bisa dialami Mama setelah melahirkan. Terkadang, hal ini disebabkan oleh perasaan cemas karena merasa belum sempurna menjadi orang tua.
Saran Dokter Vita, Mama bisa coba untuk lebih santai dan spontan. Tidak perlu mengejar target untuk menjadi orang tua yang sempurna dan ideal.
9. Minta Bantuan Ahli
Jika cara-cara di atas tidak membantu mengatasi kondisi Mama, coba minta bantuan ahli seperti psikiater atau psikolog.
Tak perlu merasa malu untuk menceritakan apa yang menjadi beban bagi Mama, termasuk masalah baby blues. Nantinya, tenaga profesional akan memberikan saran atau pengobatan yang sesuai dengan kondisi Mama.
Semoga bermanfaat

