RELUNG.ID – Honda, yang dikenal merevolusi industri sepeda motor pada era 1960-an dan 1970-an, akhirnya serius terjun ke pasar kendaraan roda dua listrik.
Setelah sebelumnya hanya menghadirkan beberapa skuter listrik, tahun ini Honda resmi memperkenalkan motor listrik pertamanya, Honda WN7.
Motor bergaya streetfighter ini merupakan versi produksi dari konsep EV Fun yang diperkenalkan pada 2024.
Desainnya menampilkan garis kokoh dengan permukaan datar modern, layar LCD 5,1 inci di balik lampu depan LED ganda, serta lengan ayun satu sisi yang mengingatkan pada Honda RC30 legendaris tahun 1987.
Nama WN7 memiliki filosofi tersendiri: “W” berasal dari konsep pengembangan Be the Wind, “N” berarti naked, dan angka “7” merujuk pada kelas tenaganya.
Menurut laporan MCN (Motorcycle News, Inggris), WN7 mampu menghasilkan tenaga 67 hp (68 PS / 50 kW) dan torsi 100 Nm, setara dengan motor bensin 600cc.
Honda mengklaim performa ini bisa menyaingi mesin bensin berkapasitas 1,5 liter. Meski demikian, bobot kosongnya mencapai 217 kg, atau sekitar 25 kg lebih berat daripada Honda CB750 Hornet berbahan bakar bensin.
Versi dengan tenaga terbatas yang sesuai lisensi A1 di Eropa untuk pengendara pemula juga tengah dipersiapkan.
Untuk jarak tempuh, Honda menyebut WN7 mampu melaju lebih dari 130 km dalam sekali pengisian daya. Motor ini mendukung pengisian cepat CCS2 dari 20 hingga 80 persen hanya dalam 30 menit, sementara pengisian penuh di rumah memakan waktu sekitar tiga jam.
Meski spesifikasinya menjanjikan, harga jual menjadi perhatian utama. Di Inggris, Honda membanderol WN7 seharga £12.999 atau sekitar Rp290 juta, dengan pengiriman pertama dijadwalkan pada awal 2026.
Sebagai perbandingan, kompetitor listrik seperti LiveWire S2 (submerek Harley-Davidson) menawarkan motor dengan jarak tempuh lebih jauh, hingga 193 km, dengan harga lebih terjangkau di kisaran £10.599 atau sekitar Rp230 juta. (LWM)

