Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Hotspot di Sumsel Tembus 530 Titik Sepanjang Juli 2024
Indeks

Hotspot di Sumsel Tembus 530 Titik Sepanjang Juli 2024

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda01/08/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
ilustrasi/ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Sepanjang Juli 2024, jumlah titik api atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 530 titik, mencatatkan angka tertinggi sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut terjadi seiring dengan musim kemarau yang memasuki puncaknya dan tidak adanya hujan selama sekitar dua pekan terakhir.

“Dari 1-31 Juli hotspot Sumsel sudah mencapai 530 titik. Tertinggi sepanjang tahun ini,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Kamis (1/8/2024).

Kenaikan jumlah hotspot mulai terjadi sejak 19 Juli, dengan puncaknya pada 24 Juli yang mencapai 82 titik. Hal ini sesuai dengan prediksi BMKG bahwa akhir Juli merupakan awal musim kemarau, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus.

Hotspot pada bulan Juli meningkat signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pada bulan Juni, hotspot di Sumsel hanya terpantau sebanyak 85 titik, Mei 109 titik, April 84 titik, dan Maret 77 titik. Terendah terjadi pada Februari dengan hanya 15 titik, sedangkan Januari mencatatkan 70 titik.

“Sepanjang Januari-Juli tahun ini, hotspot di Sumsel hampir tembus 1.000 titik, tepatnya 970 titik. Hotspot terbanyak setelah Juli terjadi pada Mei dan Juni lalu,” jelas Sudirman.

Dari data BPBD Sumsel, jumlah hotspot pada tahun 2023 mencapai 20.547 titik. Pada tahun 2022 terdapat 2.364 hotspot, tahun 2021 ada 2.794 hotspot, dan tahun 2020 mencatatkan 4.436 hotspot. Angka tertinggi terjadi pada tahun 2015 dengan 27.043 hotspot, sedangkan tahun 2019 terdapat 17.391 hotspot, tahun 2018 mencatat 2.081 hotspot, tahun 2017 ada 1.214 hotspot, dan tahun 2016 terdapat 965 hotspot.

Dalam upaya penanganan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sejumlah daerah termasuk Pemprov Sumsel telah menaikkan status siaga darurat karhutla. Telah digelar apel siaga karhutla untuk memastikan kesiapsiagaan personel, peralatan, dan perlengkapan menghadapi bencana tahunan ini.

Peningkatan jumlah hotspot di Sumsel menuntut langkah-langkah cepat dan efektif dalam penanganan dan mitigasi karhutla. Beberapa langkah yang diambil oleh BPBD Sumsel dan pemerintah daerah antara lain:

1. Peningkatan Status Siaga Darurat: Menaikkan status siaga darurat karhutla di sejumlah daerah untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

 

2. Apel Siaga Karhutla : Menggelar apel siaga untuk mengecek kesiapsiagaan personel, peralatan, dan perlengkapan dalam penanganan karhutla.

3. Patroli dan Pemantauan: Meningkatkan patroli dan pemantauan di daerah rawan karhutla untuk mencegah kebakaran serta memantau perkembangan hotspot secara real-time.

4. Water Bombing: Melakukan operasi water bombing di wilayah yang sulit dijangkau melalui darat, menggunakan helikopter untuk memadamkan api dari udara.

5. Sosialisasi dan Edukasi: Mengedukasi masyarakat tentang bahaya karhutla dan pentingnya menjaga lingkungan, termasuk larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Diharapkan dengan langkah-langkah ini, dampak karhutla di Sumsel dapat diminimalisir dan hotspot yang muncul dapat segera ditangani sehingga tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. [AYK]

Hotspot Karhutla Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGolkar Resmi Usung Pasangan Matahati di Pilgub Sumsel 2024
Next Article Avian Brands Buktikan Ketangguhan Sunguard All-In-One dengan Mural Massal
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,883 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,755 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,729 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?