RELUNG.ID– Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali melonjak pada pekan terakhir Agustus 2026. Berdasarkan data Sistem Informasi Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan, tercatat 1.434 hotspot di Sumsel pada Selasa (25/8/2026) pukul 05.00 WIB.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 1.344 hotspot. Lonjakan terjadi hanya sehari setelah Presiden Prabowo Subianto datang ke Palembang untuk memimpin rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Sumsel, Senin (24/8/2026).
Kenaikan juga terlihat dalam akumulasi bulanan. Sepanjang Agustus 2026, jumlah hotspot di Sumsel tercatat mencapai 9.596 titik, meningkat tajam dibandingkan Juli yang berada di angka 2.096 titik.
Berdasarkan pemantauan ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC), dampak karhutla juga mulai memicu kabut asap di sejumlah wilayah Sumsel.
Sedikitnya delapan daerah terdeteksi mengalami kabut asap, yakni Palembang, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Muara Enim, Ogan Komering Ilir (OKI), Prabumulih, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara (Muratara).
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan sejumlah wilayah masih terpantau memiliki hotspot cukup tinggi.
OKI menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 654 titik. Selanjutnya Muba 219 titik, Muara Enim 152 titik, Banyuasin 87 titik, OKU Timur 83 titik, Muratara 53 titik, PALI 43 titik, OKU 37 titik, Musi Rawas 33 titik dan Ogan Ilir 32 titik.
Sementara itu, Lahat tercatat 17 hotspot, OKU Selatan 14 titik, Empat Lawang delapan titik, sedangkan Lubuklinggau dan Prabumulih masing-masing satu titik.
“Hotspot tidak otomatis berarti titik kebakaran. Hotspot merupakan indikasi panas yang terdeteksi melalui sistem pemantauan. Kondisi tersebut berbeda dengan fire spot yang menunjukkan lokasi kebakaran,” ujar Sudirman, Selasa (25/8/2026).
Menurut Sudirman, pemantauan hotspot terus dilakukan untuk menentukan wilayah yang membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.
Sudirman mengatakan penanganan karhutla saat ini difokuskan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan.
Di Kabupaten OKI, tim melakukan penanganan di Kecamatan Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Pampangan, Tanjung Lubuk dan Cengal.
Sementara di Muara Enim, pemadaman dilakukan di Gelumbang dan Sungai Rotan. Di Muba, tim difokuskan di Bayung Lencir, Desa Muara Medak dan Kecamatan Lalan.
Untuk Banyuasin, wilayah yang menjadi perhatian meliputi Rambutan, Betung dan Rantau Bayur.
Penanganan juga dilakukan di Indralaya Utara, Ogan Ilir, serta Kecamatan Penukal dan Penukal Utara di Kabupaten PALI.
Hingga Selasa (25/8/2026), BPBD Sumsel mencatat sebanyak 1.781 kejadian karhutla sepanjang 2026 dengan indikasi luas lahan terbakar mencapai 1.926,2 hektare.
Sudirman mengingatkan masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan karhutla, agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kondisi saat ini air sudah sulit didapatkan oleh tim yang melakukan pemadaman di wilayah yang terjadi karhutla. Hotspot ini terus kita pantau dan menjadi perhatian. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di daerah yang terpantau memiliki hotspot cukup tinggi,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti luas lahan mineral dan gambut yang terbakar di Sumsel sepanjang Januari hingga Juli 2026 yang mencapai 1.926,2 hektare.
Prabowo meminta penanganan karhutla dilakukan sesegera mungkin. Pemerintah pusat juga siap memberikan tambahan bantuan apabila diperlukan untuk mempercepat proses pemadaman.
“Saya tekankan untuk kebakaran lahan 1.926,2 hektare ini segera dipadamkan. Kalau perlu tambahan bantuan dari atas kita usahakan sesegera mungkin,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, kondisi karhutla di Sumsel secara umum masih terkendali. Namun, keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.
“Sumsel saya rasa dalam keadaan terkendali. Yang sulit, air akan dibor, yang akan dikirim dalam waktu dekat,” ujarnya.
Selain meminta percepatan pemadaman, Prabowo juga menginstruksikan aparat penegak hukum menindak tegas pelaku pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja.
“Saya sudah meminta Kapolda Sumsel untuk menindak tegas pelaku pembakaran lahan yang dilakukan dengan sengaja,” tegasnya.[THQ]

