RELUNG.ID – Huawei berencana memperluas teknologi konektivitas satelit ke perangkat dengan harga lebih terjangkau, tidak lagi terbatas pada produk kelas premium.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Direksi Huawei Consumer Business Group, Richard Yu, yang menilai bahwa kebutuhan konektivitas global masih belum sepenuhnya terpenuhi oleh jaringan seluler.
Menurutnya, masih banyak wilayah di dunia yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi konvensional. Oleh karena itu, teknologi satelit dinilai menjadi solusi untuk menjembatani keterbatasan tersebut.
“Jaringan seluler belum mampu menjangkau seluruh wilayah, sehingga konektivitas satelit menjadi langkah penting untuk mengatasi kesenjangan ini,” ujar Yu.
Huawei juga berencana menghadirkan fitur tersebut pada perangkat wearable seperti jam tangan pintar dengan harga lebih terjangkau. Ke depan, konektivitas satelit bahkan ditargetkan menjadi fitur standar di berbagai lini produk.
Berbeda dengan implementasi sebelumnya yang umumnya hanya digunakan untuk keadaan darurat, layanan satelit Huawei nantinya memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima pesan teks secara reguler.
Selain itu, Huawei mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi komunikasi satelit.
Sistem ini menggunakan metode pengkodean dan dekode berbasis AI yang mampu mengompresi pesan suara sebelum dikirim, lalu mengembalikannya ke bentuk semula saat diterima. (LWM)

