RELUNG.ID – Fenomena hujan es terjadi di Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sabtu sore (4/11).
Fenomena tersebut diunggah melalui akun instagram @palembang_bedesau.id
Berdasarkan unggahan tersebut, seorang pria memperlihatkan batu es berukuran kelereng yang dipungutnya dari hujan yang turun.
Baca Juga: Ini 3 Alasan Jaygarcia Saturn jadi Karakter Dibenci di One Piece
“Hujan batu es, hujan batu es,” katanya pria tersebut.
Dia juga memperlihatkan kondisi hujan yang deras disertai angin kencang di wilayah tersebut.
“Di karya jaya hujan batu es…asli ini,” demikian kata pria tersebut.
Baca Juga: Minggu Ini, Anime Attack On Titan Final Season Bagian Kedua Tayang di Indonesia
Hal ini diakui oleh Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto melalui keterangan resminya.
Dia menjelaskan, kejadian hujan es ini dipicu akibat adanya pertumbuhan Awan Cumulonimbus (CB), sehingga menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat secara tiba-tiba disertai es yang terjadi di wilayah tersebut.
Dari data curah hujan berdasarkan AWS/ARG terdekat yaitu ARG Jakabaring tercatat curah hujan pukul 16.20 WIB adalah 13,4mm.
Baca Juga: Kenapa Kampung Halaman Kuma Banyak Lansia, Ini Jawabannya
“Tidak ada korban jiwa dan tidak ada rumah yang terdampak dari fenomena tersebut,” katanya.
Berdasarkan analisis cuaca sementara, hujan es yang terjadi di Palembang ini disebabkan oleh suhu muka laut di perairan Sumatera Bagian Timur yang cukup hangat antara 30-31 derajat celsius.
Serta, anomali suhu muka laut di sekitar perairan Sumatera bagian Timur berkisar antara 1.0 derajat celcius hingga 2.0 derajat celsius yang menambah pasokan uap air di wilayah Sumsel.
Baca Juga: Oppo A2 Resmi Diumumkan: Performa Tinggi dan Kamera Unggulan
Terdapat pola konvergensi yang memanjang di wilayah Pulau Sumatera bagian Timur. Kelembapan udara lapisan 850 hingga 500 mb di wilayah Kota Palembang berkisar antara 60 persen hingga 80 persen.
“MEWS Stasiun Meteorologi SMB II Palembang juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem sebanyak 2 kali berlaku mulai 4 November pukul 14.50 WIB hingga 18.30 WIB,” terangnya.
Menurutnya, potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumsel masih akan berlangsung satu hingga dua hari kedepan, terutama di wilayah Sumsel bagian Tengah, Barat, dan Utara.
Baca Juga: Ini 4 Keburukan Raja Sorbet Bekori di One Piece
“Kami imbau masyarakat untuk selalu mengupdate informasi cuaca setiap saat terutama dalam masa peralihan musim di awal bulan November ini,” pungkasnya.

