RELUNG.ID – Setelah lebih dari 30 hari tanpa hujan (HTH), akhirnya Palembang diguyur hujan, Rabu (18/10).
Hujan yang mengguyur Palembang ini cukup deras dengan durasi sekitar 1 jam.
Hal ini berdampak pada kualitas udara dan angka ISPU di Palembang.
Baca Juga: Manfaatkan Momen, Vegapunk Harus Kabur
Berdasarkan pantauan dari website BMKG, kualitas udara di Palembang sempat menyentuh level berbahaya dengan angka ISPU menembus 400 Ugram/m3 pada pukul 05.00 WIB.
Angka ISPU ini terus mengalami penurunan di level sangat tidak sehat. Hingga saat hujan mengguyur, angka ISPU di Palembang menurun drastis di angka 100 Ugram/m3 pada pukul 16.00 WIB.
Meski angka ISPU mengalami penurunan drastis. Namun, kualitas udara di Palembang masih berada di level tidak sehat.
Baca Juga: Ditunjuk Jadi Bacawapres Ganjar Pranowo, Koleksi Kendaraan Mahfud MD Senilai Rp1,5 Miliar
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengatakan, hujan yang terjadi di Palembang disebabkan oleh kehadiran awan penghujan yang cukup besar.
Sehingga, Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) dapat dilakukan.
“TMC oleh BPBD ini memiliki andil besar dalam meningkatkan potensi hujan,” ujarnya.
Baca Juga: Canalys: Samsung Masih Kuasai Pangsa Pasar Global, Xiaomi Tetap stabil
Sementara itu, Kepala BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana mengatakan, TMC ini sebenarnya telah dilakukan sejak 13 Oktober dan berakhir hari ini Selasa, 17 Oktober.
Namun, dikarenakan titik api kembali meningkat sehingga TMC harus diperpanjang hingga 24 Oktober mendatang.

