RELUNG.ID – Curah hujan yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir mendorong pemerintah di Sumatera Selatan mengambil langkah cepat. Enam kabupaten/kota kini resmi berada dalam status siaga bencana hidrometeorologi sebagai respons atas meningkatnya potensi banjir dan longsor.
Daerah-daerah yang telah mengaktifkan status siaga tersebut meliputi Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Prabumulih, Pagar Alam, serta Ogan Ilir yang menjadi wilayah terbaru menetapkan kewaspadaan.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyebut peningkatan status ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dini agar pemerintah daerah tidak terlambat merespons jika terjadi bencana.
“Status siaga memungkinkan daerah bergerak lebih cepat, baik dalam penyediaan logistik, peralatan, maupun koordinasi lintas instansi,” kata Sudirman.
Tak hanya di tingkat kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sumsel juga telah menetapkan status siaga. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat komando penanganan bencana dan memudahkan distribusi bantuan bila situasi memburuk.
BPBD Sumsel menilai, wilayah yang menetapkan siaga umumnya memiliki karakteristik rawan, seperti daerah aliran sungai yang padat pemukiman hingga kawasan perbukitan dengan potensi longsor tinggi. Oleh karena itu, seluruh daerah diminta aktif memantau kondisi cuaca dan lingkungan sekitarnya.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau tidak lengah. Warga yang tinggal di bantaran sungai, dataran rendah, dan lereng perbukitan diminta meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor jika terjadi tanda-tanda bencana.
Berdasarkan prakiraan BMKG, intensitas hujan diperkirakan masih tinggi hingga Januari 2026, dengan potensi peningkatan kembali pada periode berikutnya. Sejumlah wilayah di Sumsel sendiri telah lebih dulu merasakan dampaknya, di antaranya OKU Selatan, Banyuasin, dan Prabumulih.
“Musim hujan ini perlu dihadapi bersama. Kesiapsiagaan pemerintah dan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko,” pungkas Sudirman.[THQ]

