RELUNG.ID – Perayaan Idulfitri tidak hanya menjadi momen kemenangan setelah menjalani puasa Ramadan, tetapi juga memiliki sejumlah ketentuan ibadah yang perlu diperhatikan umat Islam.
Salah satunya terkait hukum berpuasa pada hari tersebut. Berdasarkan penjelasan dari berbagai sumber keislaman, termasuk Kementerian Agama, berpuasa pada Hari Raya Idulfitri hukumnya haram, termasuk sebelum pelaksanaan salat Id.
Sebaliknya, umat Islam justru dianjurkan untuk makan dan minum sebelum berangkat menunaikan salat Idulfitri.
Anjuran ini mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW yang terlebih dahulu mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil sebelum melaksanakan sholat.
Dalam sebuah hadis disebutkan, Rasulullah SAW tidak berangkat ke tempat sholat Idul Fitri sebelum memakan beberapa butir kurma dengan jumlah ganjil.
Selain larangan berpuasa, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan dilakukan saat Idulfitri.
Amalan Sunnah Saat Idulfitri
Pertama, melaksanakan sholat Id yang hukumnya sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Ibadah ini menjadi salah satu syiar penting dalam perayaan Idulfitri.
Kedua, mandi sebelum berangkat Salat Id. Amalan ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan sebagai bentuk persiapan menyambut hari raya.
Ketiga, memperbanyak takbir sejak malam hingga pelaksanaan Salat Id. Takbir menjadi ungkapan kebesaran Allah sekaligus penanda datangnya hari kemenangan.
Keempat, makan sebelum berangkat sholat Id. Bagi yang meninggalkan anjuran ini, hukumnya makruh.
Kelima, dianjurkan untuk mengambil rute berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat sholat, sebagai bagian dari sunnah Rasulullah SAW.
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan berhias dengan mengenakan pakaian terbaik, menggunakan wewangian, serta menjaga kebersihan diri sebagai bentuk rasa syukur.
Tak kalah penting, saling mengucapkan selamat Idulfitri atau tahniah juga menjadi bagian dari tradisi yang dianjurkan untuk mempererat silaturahmi.
Dengan memahami ketentuan ini, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah Idulfitri sesuai tuntunan, sekaligus meraih makna kemenangan yang sesungguhnya. (LWM)

