RELUNG.ID – Hyundai resmi memperkenalkan Staria Electric, versi listrik penuh dari van futuristik Staria, dalam ajang Brussels Motor Show.
Kehadiran model ini menandai langkah terbaru Hyundai dalam menghadirkan kendaraan keluarga dan komersial ringan berbasis baterai dengan desain dan teknologi modern.
Secara tampilan, Staria Electric tetap mempertahankan konsep desain “one-curve” yang menjadi ciri khas Staria. Bagian depan tampil bersih dan aerodinamis dengan lampu LED horizontal yang membentang di seluruh lebar kendaraan.
Tidak adanya gril besar, sebagaimana lazim pada mobil listrik, membuat bagian depan lebih halus dan membantu efisiensi aerodinamika.
Hyundai mengusung filosofi desain “Inside-Out”, yakni merancang ruang interior terlebih dahulu sebelum membentuk bodi luar.
Pendekatan ini menghasilkan jendela besar dan garis bahu rendah, sehingga visibilitas pengemudi dan rasa lapang bagi penumpang semakin maksimal.
Varian Luxury dengan konfigurasi tujuh kursi ditujukan untuk keluarga yang mengutamakan kenyamanan, termasuk kursi baris kedua dengan fitur pemanas dan pendingin.
Sementara itu, varian Wagon mampu menampung hingga sembilan penumpang, ditujukan bagi keluarga besar atau layanan antar-jemput.
Kursinya dapat digeser dan dilipat untuk mengatur ruang bagasi, dengan kapasitas penyimpanan hingga 1.303 liter di belakang baris ketiga.
Staria Electric dibekali baterai 84 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 400 km berdasarkan standar WLTP. Dalam penggunaan jalan tol, jarak tempuh realistis diperkirakan sedikit di atas 300 km.
Van ini menggunakan sistem kelistrikan 800V, memungkinkan pengisian cepat dari 10 persen hingga 80 persen dalam sekitar 20 menit menggunakan pengisi daya DC cepat. Untuk pengisian di rumah atau AC, tersedia onboard charger 11 kW.
Tenaga penggerak berasal dari satu motor listrik penggerak roda depan dengan output 160 kW (sekitar 218 hp). Meski tidak tergolong tinggi untuk kendaraan berukuran besar, Hyundai menekankan karakter halus dan senyap sebagai nilai utama berkendara.
Di dalam kabin, Staria Electric dilengkapi dua layar 12,3 inci satu untuk instrumen pengemudi dan satu untuk sistem infotainment yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel.
Fitur Vehicle-to-Load (V2L) juga tersedia, memungkinkan baterai kendaraan menyuplai daya untuk perangkat listrik seperti laptop atau peralatan berkemah.
Untuk kemampuan menarik beban, Staria Electric memiliki kapasitas towing hingga 2.000 kg (dengan rem). Namun, Hyundai mengingatkan bahwa menarik beban berat akan berdampak pada performa dan jarak tempuh.
Dari sisi keselamatan, paket Hyundai SmartSense disematkan, mencakup sistem bantuan pengemudi berbasis kamera dan radar untuk menjaga lajur, menghindari tabrakan, serta membantu parkir.
Hyundai menyatakan Staria Electric akan mulai dipasarkan di Korea Selatan dan Eropa pada paruh pertama 2026, dengan pasar lain menyusul kemudian. (LWM)

