RELUNG.ID – Harapan Indonesia untuk menembus Piala Dunia 2026 akhirnya pupus. Dalam laga Ronde 4 Kualifikasi Zona Asia, Minggu (12/10) dini hari WIB, skuad Garuda harus mengakui keunggulan Irak dengan skor tipis 0-1. Kekalahan itu memastikan langkah Indonesia terhenti di babak paling bergengsi dalam sejarah sepak bola nasional.
Meski gagal melangkah lebih jauh, capaian Timnas Indonesia menembus Ronde 4 menjadi sejarah tersendiri. Untuk pertama kalinya, Merah Putih berada di jajaran 18 besar tim terbaik Asia dalam ajang kualifikasi Piala Dunia.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, tak menutupi kekecewaannya. Namun di balik kegagalan itu, ia menegaskan bahwa Indonesia telah melangkah sejauh mungkin dalam sejarah modern sepak bola Tanah Air.
“Kami memohon maaf mimpi masuk ke Piala Dunia belum bisa kami wujudkan. Tapi perjuangan ini belum selesai. Untuk pertama kali, Indonesia mencapai Round 4. Ini tonggak sejarah yang tidak boleh berhenti di sini,” tulis Erick dalam pernyataannya di media sosial.
Di bawah asuhan pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert, skuad Garuda menunjukkan permainan yang lebih disiplin dan berani menghadapi tim-tim raksasa Asia seperti Arab Saudi dan Irak. Meski hasil tak memihak, banyak pengamat menilai Indonesia kini telah menunjukkan identitas baru: tim yang tak lagi inferior di level Asia.
Ronde 4 juga menjadi ajang pembuktian regenerasi. Sejumlah pemain muda seperti Marselino Ferdinan dan Justin Hubner tampil menonjol, menjadi simbol bahwa fondasi Timnas kini semakin solid untuk jangka panjang.
Kekalahan ini memang menutup mimpi menuju Piala Dunia 2026, namun membuka babak baru dalam perjalanan sepak bola nasional — babak di mana Indonesia tak lagi sekadar peserta, tetapi penantang sejati di Asia.
“Kami sudah berjuang sampai titik tertinggi yang pernah dicapai Indonesia. Ini bukan akhir, tapi awal dari generasi baru sepak bola kita,” ujar Patrick Kluivert usai laga.
Kini, fokus PSSI dan pelatih akan beralih ke persiapan Piala Asia 2027 dan SEA Games 2027, di mana pengalaman berharga di Ronde 4 diharapkan menjadi bahan bakar utama bagi Garuda untuk terbang lebih tinggi. [THQ]

