RELUNG.ID – Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2023 kembali digelar di Jakarta Internasional Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/2).
Pameran otomotif IIMS 2023 yang dibuka langsung Presiden RI, Joko Widodo ini, rencananya digelar selama 10 hari hingga 26 Februari mendatang.
Berbeda dari tahun sebelumnya, IIMS tahun ini juga memamerkan kendaraan listrik. Pemerintah mengapresiasi penyelenggaraan pameran ini yang mengikuti tren dunia yang mengarah pada kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Saat ini Pemerintah juga tengah membangun ekosistem besar kendaraan listrik dari hulu sampai hilir.
Baca Juga: Marshanda : Tahun Ini Adalah Chapter Terakhirku, Bikin Warganet Khawatir
Dalam berbagai kesempatan, Menko Airlangga menekankan bahwa Pemerintah tengah mendorong pengembangan ekosistem EV. Secara regulasi, telah diterbitkan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB)/BEV untuk Transportasi Jalan serta mempercepat pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan dan pengembangan ekosistem industri KBL-BB melalui Peta Jalan Industri Otomotif Nasional dan Peta Jalan Pengembangan Industri KBL-BB.
Beberapa waktu lalu Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa adanya mobil EV diharapkan dapat menciptakan net zero emission. Dengan semakin banyak kota-kota yang menggunakan EV, tingkat pencemaran lingkungannya semakin menurun.
Pemerintah juga mengarahkan industri otomotif Indonesia menjadi pemain global dan ekspor hub termasuk dalam kendaraan elektrik yang ramah lingkungan. Hal tersebut dilakukan untuk menangkap peluang industri EV, karena berdasarkan data dari Bloomberg, potensi permintaan EV di dunia diperkirakan akan terus meningkat dan mencapai sekitar 55 juta unit EV hingga tahun 2040.
Baca Juga: Puluhan Ayam di Empat Lawang Mati, Ada Apa?
Sementara itu, Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan dalam sambutannya, bahwa industri otomotif Indonesia saat ini terus mengalami tren yang positif, tercatat tahun 2022 penjualan mobil meningkat 18 persen menjadi 1,08 juta unit. Menurutnya, penjualan yang tinggi tersebut bukan tanpa risiko. Karena berdampak kemacetan di jalan.
“Industri otomotif sebaiknya berorientasi pada ekspor,” katanya.

