RELUNG.ID – Setelah sukses menjadi sorotan internasional lewat Piala Dunia U-17 2023, Indonesia kembali dipercaya FIFA untuk menggelar ajang bergengsi. Kali ini, FIFA Series 2026 resmi menempatkan Indonesia sebagai satu dari delapan negara tuan rumah. Namun di balik euforia penunjukan tersebut, tersimpan peluang strategis yang jauh lebih penting: lonjakan ranking FIFA.
Turnamen dua tahunan yang bersifat invitational ini mengusung format unik—mini turnamen berisi empat negara yang bertanding terpusat di satu lokasi. Artinya, Indonesia akan menghadapi tiga negara tamu pada Maret 2026, pertandingan yang semuanya berlabel resmi FIFA dan berdampak langsung pada peringkat dunia.
Dengan posisi Timnas Indonesia yang saat ini masih tertahan di peringkat 122, FIFA Series bukan sekadar event penyambung silaturahmi antarnegara. Ia adalah “panggung bebas risiko” untuk mengumpulkan poin sebanyak mungkin tanpa tekanan babak kualifikasi.
Berbeda dari ajang kualifikasi yang penuh ketegangan, FIFA Series memberikan fleksibilitas dalam memilih lawan. Format invitational memungkinkan Indonesia menjamu negara-negara dengan ranking lebih tinggi namun masih realistis untuk ditaklukkan—langkah yang berpotensi menghasilkan poin besar.
Jika dikelola dengan cermat oleh PSSI, FIFA Series bisa menjadi titik balik peringkat Indonesia di bawah pelatih Shin Tae-yong atau penerusnya nanti.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan penunjukan ini merupakan lanjutan dari reputasi positif Indonesia di mata federasi sepak bola dunia.
“FIFA melihat antusiasme federasi dan suporter Indonesia, serta komitmen kita membangun sepak bola. Kepercayaan ini juga berkat dukungan penuh Presiden Prabowo,” ujar Erick, Jumat (21/11).[THQ]

