Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Industri Halal Indonesia Melesat, Nilainya Hampir Rp5.000 Triliun pada 2026
Bisnis

Industri Halal Indonesia Melesat, Nilainya Hampir Rp5.000 Triliun pada 2026

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda18/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Logo halal
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Industri halal tidak lagi sekadar identik dengan kebutuhan umat Muslim, tetapi telah berkembang menjadi tren global yang didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas, keamanan, dan transparansi produk. Kondisi ini menjadikan sektor halal sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi masa depan.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, mengungkapkan kontribusi ekonomi halal terhadap perekonomian nasional terus menunjukkan tren positif. Bahkan pada semester pertama 2026, nilai ekonomi halal Indonesia tercatat mencapai 26,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau hampir menyentuh Rp5.000 triliun.

“Capaian ini menunjukkan bahwa ekonomi halal telah menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Haikal di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurut Haikal, perkembangan industri halal didorong oleh perubahan perilaku konsumen yang semakin memperhatikan aspek kebersihan, keamanan, transparansi, dan asal-usul produk yang mereka konsumsi. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama yang membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk halal.

Ia menegaskan bahwa konsep halal memiliki daya tahan yang kuat terhadap perubahan zaman maupun dinamika ekonomi global.

“Halal tidak hanya soal agama, tetapi juga tentang kualitas, kebersihan, dan kepercayaan. Karena itu, konsep halal akan selalu relevan,” katanya.

Untuk memperkuat ekosistem halal nasional, BPJPH saat ini fokus menjalankan empat strategi utama, yakni penguatan regulasi, kolaborasi antar pemangku kepentingan, sosialisasi kepada masyarakat, serta digitalisasi layanan halal.

Haikal menilai sinergi lintas sektor menjadi faktor penting agar pengembangan industri halal dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Di tingkat internasional, posisi Indonesia dalam industri halal juga semakin diperhitungkan. Berbagai negara mulai menempatkan Indonesia sebagai salah satu rujukan dalam pengembangan standar halal global.

Menurut Haikal, kepercayaan internasional tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat perannya sebagai pusat industri halal dunia sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam memperluas sosialisasi dan mempercepat transformasi digital di sektor jaminan produk halal.

Haikal optimistis, dengan dukungan regulasi yang kuat dan kolaborasi berbagai pihak, industri halal Indonesia akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian nasional.

Ia bahkan menilai halal kini telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dunia yang mengutamakan kualitas, keamanan, dan keberlanjutan.

“Halal saat ini bukan hanya diterima, tetapi sudah menjadi bagian dari lifestyle global,” tegasnya.[THQ]

Halal Industri Halal
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo Intel Polisi Diamankan Mahasiswa Viral, Polda DIY Beri Penjelasan
Next Article Ajak Mahasiswa Blusukan ke Indonesia Timur, Gibran Tinjau Program MBG dan Koperasi Desa
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Bisnis

Naik Rp15 Ribu, Ini Daftar Terbaru Harga Emas Antam

30/09/20266 Views
Bisnis

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

27/09/202613 Views
Bisnis

Turis Asing Belanja Pakai QRIS Capai Rp6,2 Triliun, 96,7 Persen Merchant UMKM

27/09/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,917 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,789 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,763 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?