RELUNG.ID – Laju inflasi di Kota Palembang pada Maret 2026 tercatat mengalami penurunan signifikan.
Berdasarkan rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) yang disampaikan di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang, Rabu (1/4/2026), inflasi tahunan (year-on-year/yoy) berada di angka 3,10 persen.
Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 4,37 persen.
Penurunan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk melandainya harga komoditas tertentu seperti emas.
Asisten II Setda Palembang, Isnaini Madani menjelaskan, bahwa meski mengalami penurunan, angka inflasi tersebut masih berada sedikit di atas target nasional yang ditetapkan pada kisaran 2,5±1 persen.
Dari sisi bulanan (month-to-month/mtm), beberapa komoditas tercatat memberikan kontribusi terhadap inflasi Maret. Di antaranya daging ayam ras, bensin, angkutan antarkota, serta telur ayam ras.
Menurut Isnaini, kenaikan harga sejumlah bahan pangan tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional.
Selain itu, penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi juga turut memengaruhi, seiring naiknya harga minyak mentah dunia.
“Permintaan yang meningkat menjelang hari besar keagamaan serta penyesuaian harga BBM menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga di bulan Maret,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kota Palembang terus mengoptimalkan Strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Langkah konkret yang dilakukan antara lain memperkuat kerja sama antar daerah, menambah cadangan pangan, serta menggelar operasi pasar murah di berbagai kecamatan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying).
Isnaini turut mengapresiasi peran Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dinilai berhasil menjaga sinergi dalam pengendalian inflasi.
“Kolaborasi berbasis data ini diharapkan terus diperkuat agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” katanya. (DSK)

