RELUNG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan melaporkan bahwa tingkat inflasi di wilayah tersebut pada April 2025 mencapai 2,74% secara year-on-year (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 3,12%. Meski demikian, tren inflasi pada tahun ini menunjukkan peningkatan dari bulan-bulan sebelumnya.
Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, menjelaskan bahwa meski laju inflasi relatif terkendali, langkah antisipasi tetap diperlukan agar tidak melebihi target yang telah ditetapkan.
“Tingkat inflasi pada April ini memang lebih rendah dibandingkan tahun lalu, namun kecenderungannya terus meningkat sejak awal tahun. Oleh karena itu, perlu upaya untuk menjaga inflasi tetap terkendali,” ujarnya dalam rilis resmi, Jumat (2/5/2025).
Kelompok Penyumbang Inflasi
Dari total 11 kelompok pengeluaran, hampir seluruhnya mengalami inflasi, kecuali kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Kelompok dengan kontribusi terbesar terhadap inflasi mencakup:
- Makanan, minuman, dan tembakau: 0,80%
- Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 1,20%
- Transportasi: 0,22%
Komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi antara lain emas perhiasan, cabai merah, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan bawang merah.
Secara bulanan, inflasi di Sumsel tercatat sebesar 1,39% pada April 2025. Sebanyak enam kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dua kelompok mengalami deflasi, dan tiga lainnya stabil. Penyumbang inflasi tertinggi secara bulanan meliputi tarif listrik, emas perhiasan, tomat, cabai merah, dan bawang merah.
“Komoditas ini berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” jelas Wahyu.
Wahyu menambahkan bahwa sejumlah faktor memengaruhi inflasi di Sumsel pada April 2025. Di antaranya adalah penurunan harga BBM non-subsidi sejak 1 April, tidak adanya diskon tarif listrik, kenaikan harga emas yang konsisten selama dua tahun terakhir, serta diskon paket internet yang tidak signifikan dirasakan masyarakat.
“Kondisi ini tidak hanya terjadi di Sumsel, tetapi juga secara nasional,” pungkas Wahyu.
Meski inflasi April 2025 masih dalam batas terkendali, tantangan ekonomi yang memengaruhi harga barang dan jasa memerlukan perhatian dari pemerintah dan berbagai pihak untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga.[THQ]

