RELUNG.ID – Setiap pasangan suami istri tentunya mendambahkan buah hati, namun keguguran menjadi faktor penghalang terbesar. Nah ibu hamil harus waspada dan mengetahui penyebab apa bisa menjadi faktor keguguran.
Dilansir dari klikdokter ini 12 penyebab ibu hamil bisa keguguran. Simak dibawah ini :
1. Faktor Genetik
Sekitar 2-4 persen kasus keguguran berkaitan dengan faktor genetik. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk melakukan tes genetik sebelum merencanakan kehamilan.
Gen berupa DNA yang tersusun dari kromosom-kromosom merupakan susunan ‘rangka’ pembentukan makhluk hidup. Kromosom ini akan menentukan seseorang akan memiliki rambut seperti apa, warna mata apa, dan sebagainya.
Dalam keadaan normal, setiap manusia memiliki 46 kromosom atau 23 pasang. Jika jumlahnya kurang atau lebih dari 23 pasang, risiko keguguran dapat meningkat karena janin tidak dapat berkembang dengan normal.
Baca Juga: Ini 8 Cara Aman Gunakan Toilet Jongkok untuk Ibu Hamil
2. Infeksi
Ketika hamil, daya tahan tubuh akan turun dan rentan terkena penyakit. Kondisi ini juga dapat menjadi penyebab gugurnya kandungan.
Ada beberapa jenis infeksi yang rentan menyerang ibu hamil dan meningkatkan risiko keguguran, yaitu TORCH (toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex) dan coxsackievirus.
Selain itu, infeksi menular seksual seperti klamidia, HIV, sifilis, dan gonore juga dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran.
3. Adanya Gangguan Plasenta
Gangguan plasenta bisa menjadi penyebab keguguran. Perlu diketahui, plasenta memiliki peran penting selama kehamilan karena menghubungkan peredaran darah ibu dengan peredaran darah janin.
Oleh karena itu, kebutuhan oksigen dan nutrisi janin terpenuhi melalui asupan darah dari ibu.
Jika ada masalah atau kelainan pada plasenta, bayi tidak akan mendapatkan cukup nutrisi dan oksigen. Akibatnya, perkembangan bayi menjadi terganggu, terhambat, bahkan terhenti sehingga memicu keguguran.
4. Gangguan Sistem Endokrin
Endokrin adalah kumpulan kelenjar yang memproduksi hormon. Fungsinya yaitu untuk membantu proses metabolisme. Gangguan pada sistem endokrin dapat mengakibatkan keguguran.
Beberapa masalah yang menyerang endokrin, misalnya sindrom polikistik ovarium, diabetes mellitus, penyakit tiroid (hiper atau hipotiroid), dan hiperprolaktinemia.
Sekitar 17-20 persen wanita yang mengalami keguguran memiliki masalah pada sistem endokrin mereka.
5. Faktor Usia Ibu
Ini juga dapat menjadi hal yang menyebabkan keguguran. Penelitian mengatakan, risiko keguguran sebesar 12-15% terjadi pada usia 20 dan meningkat menjadi 25% pada usia 40 tahun.
Pasalnya, seiring bertambah usia, insidensi terjadinya kelainan pada kromosom janin ikut meningkat.
Sel telur yang dihasilkan oleh wanita berusia di atas 35 tahun lebih buruk ketimbang mereka yang berusia muda. Janin pun mungkin tidak dapat bertumbuh dan berkembang sempurna.
Baca Juga: Ini 4 Tips Atasi Ibu Hamil Suka Lapar di Tengah Malam
6. Kebiasaan Merokok
Wanita yang punya kebiasaan merokok berisiko lebih tinggi untukmengalami keguguran ketimbang mereka yang bersih dari rokok.
Rokok mengandung nikotin dan lebih dari 5.000 zat kimia yang di antaranya bersifat karsinogenik dan juga zat berbahaya lainnya bagi tubuh dan janin.
Disebutkan bahwa wanita perokok memiliki 35 persen kemungkinan untuk mengalami keguguran.
Tidak hanya keguguran, merokok akan berdampak bagi kehamilan sepertimemicu kehamilan ektopik, berat badan janin kecil, dan kelainan pembentukan organ janin sehingga berisiko cacat.
7. Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menjadi penyebab keguguran. Pasalnya, hipertensi mengakibatkan pasokan darah dan oksigen ke janin berkurang. Hal ini bisa mengganggu pertumbuhan janin dan berujung pada keguguran.
Hipertensi yang sangat tinggi juga dapat menyebabkan plasenta janin mudah terlepas dari dinding rahim, sehingga memicu keguguran.
8. Kurang Asupan Gizi
Ketika masuk masa kehamilan, kebutuhan gizi ibu meningkat. Hal ini karena ibu juga harus memberikan makanan pada bayi dalam kandungan.
Menurut angka kecukupan gizi dari Kemenkes, ibu butuh 180-300 asupan kalori tambahan ketika hamil. Begitupun untuk kebutuhan vitamin dan mineralnya pun meningkat.
Bila ibu kurang asupan nutrisi, maka asupan nutrisi janin juga berkurang, hingga menyebabkan tumbuh kembangnya akan terganggu.
9. Konsumsi Obat-obatan
Saat hamil, Mama sebaiknya tidak mengonsumsi obat-obatan, kecuali telah mendapat izin dari dokter atau memang diresepkan dokter yang merawat selama hamil.
Pasalnya, ada beberapa jenis obat yang dapat meningkatkan risiko terganggunya pembentukan organ janin. Bahkan parahnya, obat-obatan tertentu bisa menjadi penyebab keguguran jika dikonsumsi sembarangan.
10. Mengonsumsi Alkohol Berlebihan
Semakin banyak minum alkohol, semakin tinggi risiko Mama mengalami keguguran. Alkohol dapat masuk ke plasenta sehingga mudah masuk ke janin di dalam kandungan.
Jika sudah masuk tubuh janin, organ hati tidak akan mampu memecah alkohol di dalam tubuh. Pasalnya, organ hati bayi masih dalam tahap perkembangan.
Pada akhirnya, kondisi ini dapat memicu keguguran, apalagi jika kadar alkohol di dalam tubuh janin sangat tinggi.
11. Aktivitas Fisik Berlebihan
Olahraga punya banyak manfaat bagi kehamilan, seperti mengurangi keluhan saat kehamilan, menurunkan tingkat stres, dan masih banyak lagi.
Tentunya dengan catatan, pilihlah olahraga yang aman bagi ibu hamil. Selain itu, ingatlah untuk membatasi olahraga dan aktivitas fisik selama kehamilan.
Aktivitas fisik berlebihan seperti berlari, naik turun tangga berkali-kali, mengangkat beban berat, dan sebagainya dapat berisiko mengganggu kandungan, bahkan memicu keguguran.
Peningkatan aktivitas otot dan tekanan perut dapat memicu kontraksi sebelum waktunya, yang bisa mengakibatkan janin keluar dalam rahim.
12. Trauma Fisik
Benturan atau tekanan yang terjadi pada daerah perut saat hamil perlu diwaspadai.
Tekanan cukup keras pada daerah perut, misalnya akibat terjatuh, kecelakaan, dan sebagainya, berisiko menyebabkan trauma fisik pada daerah perut.
Semoga bermanfaat

