RELUNG.ID – Motor harus selalu dirawat dan diberikan perhatian apabila saat dikendarai nyaman dan aman. Salah satu kendala terbesar kompresi mesin bocor bisa berpengaruh besar kepada kinerja kendaraan kalian.
Dilansir dari suzuki.co ini 4 penyebab utama kompresi mesin motor bisa bocor. Simak dibawah ini :
1- Piston dan Ring Piston yang Sudah
Aus Piston dalam mesin motor terus bergerak naik turun di dalam silinder. Namun lama kelamaan, piston dapat mengalami keausan, dan celah antara piston dan dinding silinder pun menjadi lebih besar.
Keausan ini dapat terjadi karena pelumasan yang kurang optimal atau karena usia mesin sudah cukup tua. Kondisi ini membuat kompresi dapat bocor melalui celah piston dan dinding silinder.
Baca Juga: Haima EX-00 Mobil Listrik Pas untuk Usaha Travel
2- Liner Silinder yang Rusak atau Baret
Selain keausan pada komponen piston, kondisi kompresi mesin motor bocor juga bisa terjadi karena masalah pada liner silinder. Liner silinder merupakan komponen penting yang menjadi tempat naik turunnya piston.
Kerusakan seperti baret atau retak pada komponen ini dapat menyebabkan kebocoran kompresi. Ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penggunaan filter udara yang tidak sesuai standar hingga partikel debu halus masuk dan merusak liner silinder.
Baca Juga: Ini 4 Kelebihan Chery Omoda E5, Mobil Listrik Kini Mulai Diminati
3- Klep Mesin yang Bocor
Klep mesin yang bocor dapat menjadi penyebab lain dari kebocoran kompresi. Ketika klep tidak menutup dengan rapat, maka udara dapat bocor keluar melalui celah-celah antara klep dan kepala silinder.
Adapun penyebab umum kebocoran pada klep adalah terjadinya penumpukan kerak karbon. Kerak karbon yang sudah menumpuk tersebut akan membuat klep jadi tidak dapat menutup dengan baik.
4- Setelan Klep yang Tidak Tepat
Terakhir, setelan klep yang tidak tepat, terutama yang terlalu rapat juga dapat menjadi sumber kebocoran kompresi. Sebab jika klep diatur dengan jarak yang terlalu sempit, ini bisa menyebabkan tekanan berlebih pada sistem.
Biasanya, hal ini terjadi karena pengaturan klep yang dilakukan oleh bengkel tidak resmi yang kurang profesional. Karena itu, penting untuk selalu mengatur klep motor sesuai dengan ukuran standar yang ditentukan oleh pabrikan.

