RELUNG.ID — Empat purna Paskibraka 2025 mendapat amanah khusus dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka dipercaya membawa bendera Merah Putih dan naskah Teks Proklamasi dalam prosesi kirab benda pusaka menuju Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
Keempatnya merupakan purna Paskibraka dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka dibagi dalam dua prosesi, yakni penyerahan dan pengembalian bendera Merah Putih serta naskah Teks Proklamasi.
Pada prosesi penyerahan bendera Merah Putih, amanah tersebut diberikan kepada Sultana Najwa, purna Paskibraka 2025 asal DKI Jakarta. Sultana merupakan siswi SMAN 82 Jakarta yang lahir pada 18 Desember 2008.
Sementara itu, Aliah Sakira, purna Paskibraka asal Sulawesi Selatan, mendapat tugas membawa naskah Teks Proklamasi pada prosesi penyerahan. Aliah merupakan siswi SMAN 14 Makassar, kelahiran Makassar, 1 Oktober 2008.
Tugas serupa kembali dilakukan pada prosesi pengembalian. Bendera Merah Putih dibawa oleh Nindya Eltsani Fawwaz dari Provinsi Jambi.
Nindya merupakan siswi SMAN 2 Kota Sungai Penuh yang lahir di Padang pada 27 Juni 2009.
Adapun naskah Teks Proklamasi dalam prosesi pengembalian dibawa oleh Bianca Alessia Christabella Lantang, purna Paskibraka 2025 asal Sulawesi Utara.
Bianca merupakan siswi SMA Lentera Harapan Tomohon dan lahir di Manado pada 28 Februari 2009.
Keempat pelajar tersebut menjalankan tugas yang sarat makna. Bendera Merah Putih dan naskah Teks Proklamasi bukan sekadar perlengkapan upacara, tetapi menjadi simbol perjalanan sejarah bangsa dan perjuangan menuju kemerdekaan.
Prosesi kirab kemudian menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI sebelum bendera Merah Putih dan naskah Teks Proklamasi dibawa menuju Istana Merdeka.
Kedua simbol tersebut selanjutnya digunakan dalam rangkaian upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.[THQ]

