RELUNG.ID – Kalian harus tahu infeksi gusi tidak diobati berbahaya. Dilansir dari hellodokter ada 4 risiko dari infeksi apabila gusi infeksi tidak diobati. Simak dibawah ini :
1. Gingivitis ulseratif akut nekrosis (ANUG)
Gingivitis ulseratif akut kronis (ANUG) adalah salah satu komplikasi infeksi gusi yang paling awal.
ANUG berisiko tinggi terjadi pada orang yang sudah terlanjur mengalami infeksi gusi tapi tetap jarang menggosok gigi dan mengabaikan pola hidup sehat. Gejalanya pun tentu lebih parah daripada penyakit gusi biasa seperti di bawah ini.
- Gusi surut hingga menyebabkan gigi tampak lebih panjang dan akar gigi terlihat jelas
- Rasa sakit yang luar biasa
- Luka terbuka permanen pada gusi (ulkus)
- Gigi goyang hingga patah
- Bau mulut (halitosis)
- Gusi berdarah
2. Penyakit jantung dan stroke
Infeksi periodontitis meningkatkan risiko Anda hingga 3 kali lipat terkena serangan jantung, stroke, atau penyakit kardiovaskular lainnya.
Baca Juga: Catat! Ini Cara Cegah Stunting, Orang Tua Harus Tahu
Dr. Hatice Hasturk, dokter gigi dari Forsyth Institute, mengungkapkan bahwa risiko ini disebabkan oleh timbunan plak yang dapat masuk ke pembuluh darah dalam gusi lewat lubang pada gigi.
Plak gigi biasanya terdiri dari lemak, kolesterol, kalsium, dan zat-zat sisa makanan lainnya. Plak tersebut bisa lepas dari gigi atau gusi dan kemudian mengalir pembuluh darah arteri dan menyumbatnya.
Kondisi penyumbatan pembuluh darah ini disebut dengan aterosklerosis, penyebab paling utama penyakit jantung koroner. Semakin parah penyakit gusi, maka semakin tinggi pula risiko penyakit jantung dan stroke yang dapat terjadi.
Rekomendasi Obat Radang Gusi yang Ampuh di Apotek
Gingivitis alias radang gusi merupakan penyakit gusi yang perlu segera ditangani karena berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Ada beragam cara untuk mengatasi penyakit ini, salah satunya dengan mengonsumsi obat radang gusi di apotek. Pilihan obat radang gusi di apotek Konsumsi obat radang gusi di apotek bisa mencegah perkembangan gingivitis menjadi periodontitis, yakni penyakit infeksi gusi parah yang dapat.
3. Pneumonia
Dikutip dari Telegraph, Dental Health Foundation melaporkan bahwa salah satu komplikasi penyakit dari infeksi gusi yang harus diwaspadai adalah infeksi paru atau pneumonia. Mekanismenya sama seperti risiko penyakit jantung di atas.
Baca Juga: Catat! Ini Cara Cegah Stunting, Orang Tua Harus Tahu
Bakteri dalam gusi bisa mengalir dalam pembuluh darah dan sampai ke paru hingga menginfeksinya. Saat bernapas lewat mulut, bakteri jahat penyebab periodontitis juga dapat terhirup masuk ke tenggorokan hingga paru.
Jika Anda mengalami gusi bengkak dan berdarah yang tak kunjung sembuh, maka segera konsultasikan ke dokter gigi terdekat. Terlebih bila Anda merasakan gejala pneumonia seperti batuk terus-terusan, demam, susah bernapas, hingga dada sakit. Segera periksakan diri Anda ke dokter umum terdekat.
4. Komplikasi pada kehamilan
Ibu hamil yang terkena infeksi gusi tapi tidak mengobatinya sampai tuntas berisiko memicu berbagai komplikasi pada kehamilannya, apalagi jika Anda malah menunggu-nunggu sampai gejalanya bertambah dulu baru berobat.
Baca Juga: Kalian Tahu Tidak! Ini 7 Manfaat Tidur Pakai Guling
Komplikasi akibat infeksi gusi yang dapat terjadi pada ibu hamil adalah bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR). Hal ini disebabkan oleh masuknya bakteri penyebab radang gusi ke dalam aliran darah hingga mencapai tubuh janin dalam kandungan lewat plasenta.
Selain itu, hormon yang memuncak semasa hamil berpotensi menyebabkan gingival enlargement serta berbagai masalah gusi lainnya.
Itulah kenapa sangat penting untuk periksa gigi saat hamil demi menghindari komplikasi akibat penyakit gusi. Ada baiknya ibu hamil memeriksa gigi pada trimester kedua kehamilan.
5. Kanker
Bentuk komplikasi lain yang tak kalah fatal dari infeksi gusi adalah kanker. Kanker tak hanya bisa menyerang bagian gigi dan mulut, namun juga berpotensi memengaruhi organ tubuh lain.
Sebuah studi dari jurnal Pancreas menunjukkan bahwa penyakit pada gusi seperti periodontitis dan gingivitis berisiko memicu terjadinya kanker pankreas.
Penelitian lainnya dari British Journal of Cancer juga menemukan bahwa bakteri Treponema denticola yang sering kali menjadi penyebab periodontitis parah berpotensi memicu kanker mulut dan sistem pencernaan.

