Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Ini 5 Manfaat Ajarkan Berhemat untuk Anak
Lifestyle

Ini 5 Manfaat Ajarkan Berhemat untuk Anak

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda02/01/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Tidak semua orang bisa menjalankan pola hidup hemat kalau tidak dimulai sejak dini. Nah kalian orang tua sebaiknya memberikan pola hidup hemat pada anak mulai dari sekarang.

Dilansir dari klikdokter ini 5 manfaat ajarkan hidup hemat untuk anak. Simak dibawah ini :

1. Memacu Kreativitas Anak

Dijelaskan oleh Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, mengajarkan hidup hemat pada anak dapat mengasah tingkat kreativitas si kecil.

“Misalnya, dibanding dengan menghabiskan waktu untuk liburan ke luar kota, orangtua bisa mengajak si kecil bermain di rumah dengan membuat sendiri mainan dari benda-benda yang ada,” ucap Gracia.

“Selain menyenangkan, hal tersebut juga mengedukasi dan mengasah kreativitas si kecil,” sambungnya.

Baca Juga: Ini 7 Trik Biar Anak Susah Makan Mau Makan

2. Mengajarkan Sifat Bertanggung Jawab

Melansir dari frugal and thriving, mengajarkan hidup hemat pada anak juga berarti melatihnya untuk memiliki sikap tanggung jawab. Misalnya, jika mainan anak rusak, orangtua dapat mengajak si kecil untuk memperbaiki dibanding membeli yang baru.

Memperbaiki mainan yang rusak akan memicu kreativitas dan tanggung jawab anak. Dengan demikian, saat anak dewasa, ia akan belajar memperbaiki sesuatu yang rusak sebelum menggantinya dengan yang baru.

“Menabung juga bisa diajarkan sejak dini, misalnya ke celengan. Lalu, setelah uangnya terkumpul, anak bisa diajak untuk bersama-sama beramal, membeli benda yang ia suka, atau ditabung kembali,” tutur Gracia.

3. Menikmati Kenikmatan Sederhana

Mengajarkan hidup hemat pada anak turut membuatnya paham akan konsep hidup sederhana. Hal ini bertujuan agar anak bisa lebih menghargai sesuatu yang mereka punyai saat ini.

Berdasarkan Gracia, mengajarkan konsep hidup hemat pada anak tidak cukup jika hanya dijelaskan dengan kata-kata. Orangtua harus memberinya contoh dengan bukti nyata.

“Dengan begitu, anak-anak bisa lebih mudah memahami konsep hemat. Anak pun akan lebih mampu menghargai segala sesuatu yang dimiliki lantaran terbiasa melihat keseharian orangtuanya,” ucap Gracia.

Baca Juga: Ini 8 Cara Mendidik Anak Agar Besar Tidak jadi Pelaku Bullying

4. Menghargai Sesuatu yang Kecil

Menurut penelitian yang dikutip dalam The High Price of Materialism oleh Tim Kasser, semakin materialistis anak muda, akan semakin tidak bahagia hidup mereka.

Pasalnya, selalu mendapatkan hal diinginkan bisa menimbulkan perasaan kurang bersyukur akan hal-hal kecil yang sudah dimiliki.

Berbeda dengan anak yang hidup hemat sejak kecil, mereka akan jauh lebih bersyukur dengan setiap hal dalam hidupnya.

5. Mengajarkan Anak Konsep Delayed Gratification

Dengan gaya hidup hemat, anak dapat mempelajari nilai uang. Mereka pun lebih cermat dalam membedakan kebutuhan dan keinginan.

Selain itu, terbiasa hemat sejak dini juga bisa membuat anak lebih menikmati hidup, sekalipun hanya dikelilingi oleh sesuatu yang sederhana di mata orang lain.

Gaya hidup hemat yang dibiasakan sejak dini turut mengajarkan anak mengenai konsep delayed gratification, yakni menunda untuk mendapatkan yang lebih besar.

Jangan lagi ragu untuk mengajarkan hemat pada anak sejak usia dini. Dengan demikian, manfaatnya bisa dirasakan dengan lebih optimal ketika si kecil besar nanti.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIni 3 Kekurangan Suzuki XL7 2023, Teliti Sebelum Membeli
Next Article Ini 5 Tips Mengatasi Anak yang Suka Manja
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,960 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,829 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,802 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?