RELUNG.ID – Jerawat muncul di area alat kelamin pria tentunya harus diantisipasi. Karena jerawat itu bisa saja menjadi penyebab penyakit kelamin.
Dilansir dari klikdokter ini ada 5 penyebab munculnya jerawat di penis. Simak dibawah ini :
1. Razor Burn
Munculnya jerawat di penis bisa saja terjadi karena luka akibat mencukur rambut kemaluan, sehingga menyebabkan kemerahan dan iritasi.
Ketika rambut tumbuh ke dalam, ini bisa menimbulkan benjolan berisi nanah yang menyerupai jerawat. Beruntungnya, jerawat yang muncul akibat pisau cukur bisa sembuh dengan sendirinya.
2. Kondiloma Akuminata
Kebanyakan dari kita mungkin merasa asing dengan istilah penyakit ini. Namun, kondiloma akuminata merupakan kutil kelamin yang disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV).
Virus ini bisa menimbulkan lesi biasa atau lesi besar yang menyerupai jengger ayam. Disampaikan dr. Alvin Nursalim, SpPD, kutil kelamin dapat tertular melalui kontak langsung dengan kulit orang yang terinfeksi.
Baca Juga: Ini Cara Jaga Kesehatan Fisik dan Mental saat Sibuk
Pada wanita, HPV dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks atau kanker mulut rahim. Wanita hamil yang terinfeksi HPV dapat menularkan virus ke bayinya saat proses melahirkan.
3. Sifilis
Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri treponema pallidum.
Selain menimbulkan jerawat di penis, penyakit ini biasanya disertai dengan gejala bercak kemerahan di batang kemaluan, luka-luka kecil, demam, hingga sakit kepala. Dalam beberapa minggu, luka-luka kecil ini sebenarnya akan menghilang.
“Namun, di saat itulah justru bakteri akan menetap di tubuh. Selanjutnya, akan timbul keluhan lecet-lecet di seluruh tubuh,” tutur dr. Alvin.
Keluhan-keluhan di atas membuat gejala sifilis menjadi tidak khas, sehingga sering disalahartikan sebagai penyakit lain.
4. Herpes
Penyebab jerawat di penis juga bisa terjadi karena infeksi herpes simpleks virus tipe-2. Selain menyerang penis, infeksi virus ini juga dapat menyebar ke bagian kulit lainnya.
Menurut Dokter Alvin, virus herpes memiliki masa inkubasi 3-5 hari. Setelahnya, akan muncul gejala berupa lesi kemerahan dan benjolan-benjolan berisi cairan yang terasa nyeri.
Baca Juga: Ini Cara Jaga Kesehatan Fisik dan Mental saat Sibuk
Apabila jerawat-jerawat ini pecah, bekasnya tidak akan hilang. Bahkan, kelenjar akan ikut membesar dan terasa nyeri.
Beruntungnya, penyakit ini tidak mengancam nyawa pada orang dewasa. Namun sayangnya, herpes bisa kembali kambuh, meski gejalanya akan tampak lebih ringan.
5. Moluskum Kontagiosum
Mengutip dari National Health Service UK, moluskum kontagiosum merupakan infeksi yang disebabkan oleh disebabkan oleh poxvirus. Penyakit ini bisa ditularkan tidak melalui hubungan seksual atau bisa juga akibat berhubungan intim.
Pasalnya, virus ini bisa menyebar ketika kamu mengenakan pakaian penderita atau menyentuh kulit seseorang yang telah terpapar virus.
Selain muncul di penis, jerawat moluskum juga dapat muncul di paha khususnya area selangkangan, ketiak, kelopak mata, dan wajah, dengan ukuran sekitar 2-5 milimeter dengan bintik di bagian tengahnya.
Infeksi moluskum kontagiosum sering menyerang seseorang dengan daya tahan tubuh yang kurang baik. Tak jarang, penyakit ini juga diderita oleh anak-anak penderita dermatitis atopik atau eksim.
Semoga bermanfaat

