RELUNG.ID – Kecemasan sebenarnya alami dialami semua orang, bahkan banyak juga berdampak sampai tidak bisa tidur. Dilansir dari hellosehat ini ada 6 cara mengatasinya, simak dibawah ini :
1. Buatlah suasana kamar tidur senyaman mungkin
Kondisi kamar yang tidak nyaman bisa meningkatkan stres dan kecemasan sebelum tidur. Jadi, buatlah suasana kamar tidur Anda senyaman dan setenang mungkin sehingga tubuh Anda cepat merasa rileks dan mudah terlelap.
Selain dengan mengatur pencahayaan, Anda juga bisa menyesuaikan suhu kamar dan memilih kasur yang tepat agar suasana tempat tidur menjadi lebih nyaman.
Baca Juga: Ini 5 Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan Payudara
2. Lakukan teknik relaksasi
Kecemasan cukup erat kaitannya dengan stres. Saat stres, Anda bisa mengatasinya dengan menerapkan teknik relaksasi.
Relaksasi dapat dilakukan dengan berbagai hal, mulai dari mendengarkan musik untuk gangguan tidur, meditasi sebelum tidur, hingga melakukan teknik pernapasan. Lakukan berbagai teknik relaksasi tersebut secara rutin untuk mengatasi tidak bisa tidur karena cemas.
3. Buat jadwal tidur
Membuat jadwal tidur merupakan salah satu langkah awal agar Anda bisa memiliki waktu tidur yang cukup. Maka, usahakan untuk selalu tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya.
Saat membuat jadwal tidur, pastikan bahwa kebutuhan waktu tidur malam selama minimal tujuh jam setiap hari dapat terpenuhi.
4. Rutin olahraga
Cara lain untuk mengatasi tidak bisa tidur karena cemas adalah dengan rutin berolahraga. Mengutip situs Kementerian Kesehatan RI, reaksi tubuh saat olahraga menyerupai reaksi tubuh saat menghadapi stres.
Dengan rutin berolahraga, tubuh Anda akan belajar untuk menghadapi reaksi tersebut sehingga Anda bisa mengatasi stres dengan lebih baik.
Baca Juga: Ini 6 Tips Menjaga Kesehatan untuk Pekerja Shift Malam
5. Terapi perilaku kognitif (CBT)
Pada terapi perilaku kognitif (cognitive behavioural therapy/CBT), seorang terapis akan membantu Anda mengolah pemikiran negatif yang menyebabkan kecemasan berlebih.
CBT mungkin tidak langsung memberikan hasil pada pertemuan pertama. Maka dari itu, selalu ikuti jadwal terapi dari ahli terapis Anda.
6. Pemberian obat
Jika kecemasan Anda terjadi secara terus-menerus, dokter mungkin meresepkan obat-obatan anticemas, beta-blocker, atau antidepresan.
Selama memberikan obat anticemas, dokter mungkin juga akan memberikan Anda obat tidur agar Anda bisa tidur dengan cukup.
Pastikan Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut secara rutin sesuai anjuran. Jangan mengubah dosis atau berhenti minum obat tanpa sepengetahuan dokter.
Wajar bagi setiap orang untuk mengalami kecemasan. Namun, jika rasa cemas sudah menyebabkan sulit tidur atau insomnia, penting untuk segera mencari solusinya.

