RELUNG.ID – Tertawa secara berlebihan ternyata tidak baik untuk kesehatan. Bahkan berbahaya bisa-bisa menyebabkan kalian mengalami gangguan pernapasan dan pingsan.
Baca Juga: Masih Muda Punya Uban, Ini 5 Penyebabnya
Dilansir dari hellosehat, berikut ini ada 6 resiko tertawa untuk kesehatan:
1. Gangguan pernapasan
Seperti yang telah disebutkan di atas, tertawa berlebihan dan tidak terkendali dapat berpengaruh pada laju pernapasan Anda.
Pada kasus yang ringan, tertawa terlalu keras bisa menimbulkan nyeri dada, yang ditandai dengan rasa sakit menusuk di dada ketika menarik dan membuang napas. Selain itu, pada penderita asma, tertawa berlebihan dapat memicu kambuhnya gejala.
Itulah mengapa penderita asma sebaiknya tidak meluapkan emosi yang terlampau ekstrem, baik itu dengan menangis hebat atau tertawa berlebihan.
Selain itu, efek tertawa berlebihan bahkan dapat menyebabkan pneumotoraks, yaitu penimbunan udara pada dinding pleura yang dapat memicu pengempisan paru-paru.
2. Menyebabkan cataplexy
Cataplexy adalah kondisi langka di mana otot-otot pada wajah Anda akan mengendur secara mendadak, terutama saat bangun tidur.
Kondisi ini juga bisa terjadi saat tertawa terbahak-bahak secara berlebihan. Meski demikian, tak jarang cataplexy juga disebabkan oleh emosi tak nyaman seperti marah dan stres.
Cataplexy biasanya berkaitan dengan narkolepsi, yaitu gangguan tidur yang ditandai dengan tidur berlebihan di siang hari, sleep paralysis, serta berhalusinasi.
3. Memicu aneurisma pada otak
Salah satu efek berbahaya yang ditimbulkan jika Anda tertawa terlalu kencang adalah memburuknya aneurisma otak tanpa disadari.
Aneurisma otak adalah pelebaran atau pembengkakan pembuluh darah yang berbentuk tonjolan di otak.
Pelebaran pembuluh darah ini biasanya terjadi tanpa disadari dan mungkin tidak menimbulkan gejala pada awalnya.
Namun, ketika seseorang dengan aneurisma otak tertawa berlebihan, pembuluh darah yang melebar berisiko pecah dan mengakibatkan sakit kepala hebat.
Baca Juga: 5 Efek Buruk Mengunyah Es Batu, Gigi Bisa Retak
4. Pingsan
Dalam istilah medis, pingsan disebut dengan sinkop (syncope). Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya aliran darah menuju otak yang terjadi untuk sementara.
Seseorang akan pingsan ketika terjadi penurunan drastis pada tekanan darah, denyut jantung, serta jumlah darah di bagian-bagian tubuh tertentu.
Siapa sangka, ternyata tertawa berlebihan dapat memberikan efek tersebut pada tubuh. Ya, Anda bisa saja pingsan jika tertawa secara tak terkendali.
5. Kejang gelastik
Kejang gelastik atau gelastic seizure termasuk efek yang unik karena memang sering dikaitkan dengan tawa atau cekikikan yang tidak terkendali.
Orang yang mengalami kejang ini mungkin tampak tertawa, tersenyum, atau menyeringai. Namun, ekspresi ini sebetulnya terjadi tanpa terkendali.
Kejang gelastik terkadang disebabkan oleh tumor otak di hipotalamus. Umumnya tumor ini tergolong jinak, tapi tumor ganas juga mungkin terjadi.
Pengangkatan tumor ini dapat memperbaiki gejala neurologis dan membantu mengendalikan kejang dan tawa tak terkendali yang sebelumnya dialami.
6. Dislokasi rahang
Meski termasuk kasus yang jarang terjadi, dislokasi rahang juga bisa diakibatkan oleh tertawa terlalu lebar.
Saat tertawa terbahak-bahak, seseorang akan cenderung membuka lebar mulut dan disertai otot-otot sendi pada rahang yang mengeras. Hal ini dapat mengakibatkan pergeseran posisi sendi rahang (temporomandibular) dari tulang tengkorak.
Saat mengalami ini, orang tersebut akan terus mengeluarkan air liur berlebihan karena rahang bawahnya tidak mau menutup.
Kondisi ini juga bisa terjadi akibat menguap terlalu lebar, menggigit sesuatu yang ukurannya sangat besar dan keras, atau efek samping dari prosedur perawatan gigi.
Semoga bermanfaat

