Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Ini 7 Gangguan Psikologi Menyerang Anak-anak dan Remaja
Lifestyle

Ini 7 Gangguan Psikologi Menyerang Anak-anak dan Remaja

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda24/07/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Gangguan psikologi sangat rentan dialami di masa pertembuhan anak hingga meranjak remaja. Bahaya apabila tidak diatasi akan berdampak kepadanya sampai seumur hidup.

Agar para orang tua bisa mengantisipasinya! Dilansir dari halodoc, berikut ini beberapa penyakit mental menyerang anak-anak dan remaja:

1- Gangguan Kecemasan

Gangguan Ini adalah jenis penyakit paling umum yang menyerang anak-anak dan remaja. Sekitar 6 persen anak-anak mengalami gangguan kecemasan di beberapa titik. Gangguan kecemasan dapat menyebabkan anak-anak menjadi sangat takut pada hal-hal atau situasi sampai-sampai mengganggu kehidupan sehari-hari.

2- Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD)

Mempengaruhi hampir di bawah 5 anak-anak pada waktu tertentu. ADHD mempersulit anak-anak untuk memusatkan perhatian mereka. Seorang anak dengan ADHD juga lebih impulsif dan lebih sulit untuk tenang daripada anak-anak lain.

Baca Juga: Hati-hati! Ini 7 Efek Samping dari Suntik KB

Gangguan jenis ini bisa menyebabkan anak-anak menjadi sangat agresif dan destruktif terhadap orang lain, hewan peliharaan, atau barang di sekitarnya. Mereka mungkin juga tampak seperti mereka tidak peduli tentang aturan-aturan penting, tetapi mendasar, misalnya bolos sekolah secara teratur atau melarikan diri dari rumah.

3- Depresi

Ini gangguan mood yang muncul paling sering selama masa remaja. Sekitar 3,5 persen anak muda mengalami depresi yang dapat memengaruhi sikap dan emosi anak atau remaja. Gangguan ini dapat membuat anak merasa sedih atau kesal luar biasa dalam kurun waktu tertentu.

4- Gangguan Bipolar

Biasanya gangguan bipolar dimulai selama masa remaja. Gangguan bipolar dapat menyebabkan suasana hati orang muda berubah-ubah antara suasana hati yang sangat tinggi, yang disebut mania dan suasana hati yang sangat rendah yang disebut depresi.

Baca Juga: Jomblo Baca Ini! Ini 5 Ciri Pria Bisa Memikat Hati Wanita

5- Gangguan Makan

Sangat jarang terjadi pada anak-anak kecil, tetapi risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Anoreksia menyerang hingga 1 persen remaja pria dan wanita berusia 15–24 tahun, dan bulimia menyerang hingga 3 persen.

Gangguan makan melibatkan citra tubuh yang terdistorsi bersama dengan perilaku berbahaya yang serius untuk mengatur makanan dan berat badan, membuatnya sulit untuk menyehatkan diri sendiri dengan baik.

6- Skizofrenia

Gangguan ini muncul antara usia 15 dan 25 tahun. Skizofrenia menyulitkan orang untuk berpikir dan berbicara dengan cara yang terorganisir. Ini juga dapat menyebabkan orang kehilangan kontak dengan kenyataan.

7- Bunuh Diri

Sering kali terjadi bersamaan dengan penyakit mental. Bunuh diri menjadi penyebab utama kematian kedua di antara 15 hingga 24 tahun di seluruh dunia.

Bagaimana kesehatan mental bisa memengaruhi gangguan pertumbuhan? Ada beberapa situasi yang meningkatkan risiko anak mengalami gangguan psikologi, yaitu memiliki riwayat keluarga dengan penyakit mental, berada di lingkungan baru, dan pernah mengalami atau menghadapi trauma termasuk pelecehan.

Semoga bermanfaat

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHati-hati! Ini 7 Efek Samping dari Suntik KB
Next Article Masyarakat Sumsel Dinilai Sudah Dewasa Dalam Berdemokrasi
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20266 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,008 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,877 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,851 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?