RELUNG.ID – Alkohol sebenarnya bisa ditemukan dari makanan karena dari makanan itulah diproses bisa berubah menjadi alkohol melalui fermentasi. Nah ini wajib kalian ketahui agar bisa mengkonsumsinya secara benar.
Dilansir dari klikdokter ini 7 Makanan mengadukan alkohol. Simak dibawah ini:
1- Kentang
Di dalam kentang terdapat senyawa kanji. Dengan tambahan enzim, kanji dapat berubah menjadi gula dan alkohol. Karenanya, kentang masuk dalam daftar makanan yang mengandung alkohol.
Hal itu pun kemudian dikonfirmasi oleh seorang bangsawan, ilmuwan, dan ahli agronomi asal Swedia yang berhasil menemukan fakta bahwa alkohol dan tepung dapat dihasilkan dari kentang. Itu sebabnya, kentang sering digunakan sebagai bahan untuk membuat vodka dan schnapps.
Baca Juga: Ini 13 Jenis Miras dan Kadar Alkohol, Kalian Harus Tahu
2- Apel
Apel sering digunakan untuk membuat sari buah. Namun, dengan proses fermentasi yang sedikit lebih lama, sari buah tersebut dapat berubah menjadi cuka apel.
Ada dua jenis apel, yaitu cuka apel yang terbuat dari fermentasi sari apel dan cuka apel yang terbuat dari sari apel beralkohol. Kadar alkohol dalam cuka apel bisa mencapai 5,85%.
3- Anggur
Buah yang satu ini merupakan bahan makanan yang paling umum digunakan untuk memproduksi alkohol. Anggur yang dijadikan minuman termasuk dalam kadar alkohol rendah, sama halnya dengan bir. Beberapa jenis minuman anggur yang mengandung alkohol, misalnya red wine, white wine, rose wine, sparkling wine, sweet wine, dan fortified wine.
4- Beras
Siapa sangka bahwa beras yang merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia juga termasuk sebagai makanan beralkohol. Bila difermentasi, beras dapat menjadi sake. Ini adalah sebuah minuman alkohol tradisional asal Jepang, yang sudah dikenal sejak abad ke delapan.
5- Tape
Tape berasal dari beras ketan atau singkong. Dalam proses pembuatannya, beras atau singkong tersebut mengalami fermentasi sehingga menghasilkan alkohol meskipun bahan dasarnya tidak mengandung alkohol.
Baca Juga: Kecanduan Alkohol, Ini 6 Cara untuk Berhenti!
6- EkstrakĀ Vanila
Tahukah Anda mengapa saat memakai ekstrak vanila hanya dianjurkan beberapa tetes saja? Salah satu alasannya adalah karena ekstrak vanila dapat mengandung sejumlah alkohol di dalamnya.
Hal itu terjadi karena ekstrak vanila merupakan hasil rendaman biji vanila organik dengan alkohol. Hal ini utamanya terdapat pada pada ekstrak vanila yang diimpor. Sementara itu, perasa vanilla yang beredar di Indonesia umumnya bebas alkohol.
7- Cuka
Cuka sering digunakan untuk menambah asam pada makanan dan memberikan cita rasa tersendiri dalam masakan. Namun, cuka termasuk makanan yang mengandung alkohol sekitar 0,3% sampai 0,4%. Karena itu, sebaiknya Anda membatasi penggunaan cuka, terutama bila memang menghindari asupan mengandung alkohol.

